DepokNews–Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Depok menggelar Pelatihan Manajemen Masjid Angkatan Pertama 2018 Kota Depok. Salah satu tujuannya adalah dalam rangka membangun kemandirian masjid dengan pola manajemen modern terkait idaroh (administatif), imaroh (meramaikan masjid), riayah (kepemimpinan).

“Masjid tidak hanya sebagai sarana menjalankan ibadah mahdoh saja. Tapi, lebih pada bagaimana memberdayakan umat, simbiosis ekonomi dari masjid, sehingga umat merasa diayomi,”ujar Ketua DMI Depok KH. Naseri Muhammad seusai acara gedung Balikota.

Menurutnya, dalam pengelolaan masjid diperlukan manajemen penataan secara modern. Dengan kata lain, imbuhnya, pengelolaan masjid diarahkan untuk lebih efektif dan efisien. “Pengelolaan masjid secara digital adalah mempercepat tujuan tanpa mengurangi esensi dari proses tersebut. Salah satunya dengan menggunakan media digital. Melalui aplikasi digital masjid diharapkan pengelolaan masjid bisa berjalan dengan baik,”paparnya.
Ia menambahkan, saat ini sudah memasuki era digital dan IT sebagai Kebutuhan sehari-hari. Dirinya menilai, saat ini ada dikotomi dari generasi milineal terkait yang sering mengunjungi masjid. “Kita ingin menjadikan masjid sebagai sarana rekreasi milineal. Menjadikan generasi sekarang senang di masjid, daripada di luar berprilaku negatif,”paparnya.

Sekretaris DMI Kota Depok Endang Wahyudin mengungkapkan bahwa salah satu tugasnya adalah memberikan pemahaman pada DKM dalam memakmurkan masjid. Untuk itu, dalam pelatihan ini peserta mendapatkan materi diantaranya: Manajemen Masjid, Aplikasi Digital Masjid, Peran DMI dalam Pemberdayaan Masjid. “Kita berharap agar para pengurus DKM se-Depok bisa memahami dan menjalankan tugasnya dengan baik. Apalagi, antara Pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha bisa bersinergi bersama,”paparnya.
Dalam kesempatan tersebut juga hadir dari Wakil Ketua PP DMI Bidang Organisasi H. R. Maulani dan lainnya. Para peserta dari perwakilan pengurus DMI se-Depok dan perwakilan Pengurus DKM