DepokNews- Kelebihan kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Pemkot Depok berencana untuk melakukan pengurangan sampah di TPA tersebut dengan sistem modern terkini.

kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Ety Suryahati mengatakan, meski begitu, pihaknya juga masih menunggu membuang sampah ke TPA Regional Mulut – Nambo di Kabupaten Bogor.

“Kita upayakan mengelola sampah di TPA dengan alat moderen, sambil menunggu pembuangan sampah ke TPA Nambo,”katanya.

Melihat kondisi TPA Cipayung sudah overload pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk membantu Pemerintah Kota Depok menangani sampah.

Caranya, kata Ety dengan memilah sampah rumah tangga, restoran, perkantoran, pusat pembelanjaan, dan lainya.

Dengan pemilihan sampah ini bisa mengurangi sampah yang dibuang ke TPA Cipayung dan bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Sebab, Depok sudah memiliki bank sampah yang tersebar di tingkat RW.

“Untuk itu kami meminta masyarakat Depok juga membantu kami dengan cara memilah sampah,” tuturnya.

Ety menambahkan, kurang lebih 700 ton sampah akan dibuang ke TPA Nambo untuk tiap harinya. Tapi Pemkot Depok masih menunggu pembuang sampah ke TPA Nambo. Mudah mudahan Juni dan Juli 2020 sudah bisa dibuang ke sana sebanyak 700 ton per hari.

“Nah sisanya 200 ton ini masyarakat bantu kami dengan cara memilah sampah dan tidak buang sembarangan ,” tutupnya.(mia)