Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono

DepokNews– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengurangi
dana hibah terkait penanganan banjir dan lainnya untuk wilayah penyangga.

Menanggapi hal tersebut, Hardiono selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok tidak mempermasalahkan hal tersebut. Namun jika Jakarta nanti terkena banjir menjadi tanggung jawab sendiri.

“Dana itu untuk dipakai oleh Depok mengatasi banjir, kalau seperti ini Jangan sebuah Depok kalau nanti Jakarta kena banjir,”kata Hardiono saat dikonfirmasi. Rabu (13/11/2019).

Hardiono menyebutkan selama ini pemberian hibah dari Pemrov DKI Jakarta masih kurang. Seharusnya dana tersebut ditambah bukan dikurangi.

“Selama ini dana hibahnya saja relatif kecil kok. Belum bisa untuk meng-cover pengerukan situ untuk menampung air hujan di Depok. Harus diingat bahwa Depok banyak Setu,” papar Hardiono.

Dijelaskan Hardiono anggaran hibah dari Pemprov DKI Jakarta bisa digunakan maksimal asalkan tidak dikucurkan pada jelang akhir tahun.

“Kalau dikucurkan sejak bulan Maret hingga Juni maka jelas bisa terserap maksimal. Tapi kalau di akhir-akhir tahun ya jangan harap bisa terserap maksimal,” ujar Hardiono.

Untuk tahun 2020, Pemkot Depok mengajukan dana hibah ke Pemrov DKI Jakarta sebesar Rp 669 miliar.

“Untuk 2019 saja Depok dapat Rp 38 milar. Yang dikurangi belum tahu berapa. Kalau bisa naik lah (dana hibah nya),” tuturnya.