DepokNews– Calon Walikota Depok nomor urut 2, Dr. KH. Mohammad Idris. MA, melakukan pertemuan dengan kelompok wanita tani (KWT) Khodijah di wilayah Ratujaya, pada hari Senin (12/10/2020). Tampak hadir 30 Orang yang terdiri dari Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, Ketua RT, RW, LPM, dan Relawan Cipayung. Mayoritas kelompok tani yang hadir adalah pelaku pertanian sayur mayur di wilayah ratujaya dan sekitarnya.

Pada kesempatan tersebut Idris menjelaskan bahwa Kelompok tani memiliki potensi yang besar dalam menjaga rantai pasok komoditas pertanian dan hal tersebut harus dimaksimalkan untuk menjaga sektor pertanian di masyarakat. “Kegiatan Kelompok tani akan terus kita dampingi dalam pengelolaan kebun sampai distribusi hasil panen, harapannya ini semua bisa mendukung Kota Depok dalam mewujudkan ketahanan pangan di masa krisis seperti ini”. Ujar Idris.

Idris melanjutkan nantinya Pemerintah juga akan berupaya untuk bisa bekerja sama dengan marketplace untuk bisa memperluas jangkauan konsumen dan memperpendek rantai distribusi pangan sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga komoditas lebih murah dan anggota kelompok tani mendapatkan keuntungan tanpa perantara stakeholder lainnya.

“Kita akan manfaatkan teknologi untuk bisa membantu petani Depok ini mendapatkan konsumen di luar daerah sekaligus bentuk realisasi Pelayanan Kota Depok berbasis smart city”. Jawab Idris.

Dimasa pemerintahan Mohammad Idris, Kota Depok telah melakukan pelayanan di daerah menggunakan infrastruktur berbasis teknologi, salah satunya SiLO di Kecamatan/Kelurahan. Dalam 5 tahun kedepan hal tersebut akan dilanjutkan dan dikembangkan dengan memberikan WIFI Gratis untuk masyarakat dan pemberdayaan 5000 start up pengusaha baru.

Salah satu anggota dari Kelompok Tani, Rodiah menjelaskan bahwa dirinya dan anggota yang lain sangat didukung Idris lewat program-program dinas, Rodiah juga berharap Idris menang dalam Pilkada ini sehingga Kelompok Tani seperti dirinya tetap dapat pendampingan.

“Alhamdulillah Saya sangat di support lewat Dinas KP3 (Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan), juga selalu mendapatkan pembinaan yang membuat kelompok kami bisa terus berkembang hingga sekarang, kelompok tani dan warga sekitar juga bersepakat untuk memberikan suara kepada pasangan Idris-Imam”. Tutup Rodiah.

Diakhir pertemuan, Idris melakukan panen bersama kelompok tani tersebut dari tanaman Kol, Labu, dan Sawi. Idris bergurau bahwa hasil tanaman tersebut harus dilelang dan harganya akan menjadi tinggi karena yang melakukan adalah Walikota Depok.