DepokNews-‘Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok bersama Organisasi Angkutan Darat (Organda) melakukan terobasan salah satunya mulai memperkenalkan angkot ber-AC.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok Dadang Wihana menyebutkan, adanya trobosan ini merupakan realisasi dari program Joyful Traffic Management (Jotram) yang sempat diperkenalkan pada 2019 silam.

“Dimana pada tahun 2019 buming dan salah satunya adalah revitalisasi angkutan umum jadi angkutan umum yang coba kita revitalisasi adalah angkutan kota ber AC. Dengan nama the gol jotram. Depok go lancar untuk joyfull traffic manajemen,”katanya.

Dadang memaparkan, semua angkot yang harus diremajakan, diganti oleh angkot ber-AC ini.

Jadi pergantian angkot ini dilakukan secara bertahap. Ditargetkan pada tahun ini ada 200 angkot ber-AC yang bisa beroperasi.

“Nanti ini akan melayani trayek yang sudah ada dan sebagian nanti akan menjadi feeder untuk Jabodetabek presidential connection untuk melayani angkutan perumahan ke tujuan. Perumahan yang tersebar itu federnya angkutan Kota ber-AC,”katanya.

Selain realisasi dari program yang sudah ada, kegiatan ini juga menjadi stimulus kepada pelaku usaha angkutan di Kota Depok untuk kembali bangkit di tengah pukulan pandemi.

Karena itu, pihaknya juga menyediakan kemudahan lainnya.

“Di tengah kondisi ekonomi turun kita harus bangkit. Kita mensuport langkah-langkah teman-teman, badan hukum, organda dengan Perda 4 Tahun 2020 tentang retribusi perhubungan untuk izin trayek angkutan kota kita bebaskan atau gratis,”katanya.

Saat ini hanya memfasilitasi dan membuat regulasi terkait angkot model baru ini. Diharapkan, badan hukum dan perusahaan yang ditunjuk bisa menjalankan program ini dengan baik.

“10 November kita launching untuk beberapa trayek. Sambil mereka menyiapkan armadanya. Dan disupport oleh badan hukum. Karena memang nanti yang memiliki angkot badan hukum dan holding ya PT Arista,”katanya.

Sementara itu, Kabid Organisasi Organda Jawa Barat Yaya Ropandi mengatakan, pihaknya mendukung penuh dengan terobasan yang dilakukan Pemerintah Kota Depok.

Hal ini, bisa menjadi rangsangan bagi pelaku usaha angkutan untuk kembali semangat.

“Kita akan mematuhi protokol kesehatan. Walaupun ada pandemi tapi inovasi tidak boleh henti. Karena itu kita tetap lakukan protokol kesehatan. Ini juga untuk mengembalikan pengusaha angkot untuk gairah kembali. Khususnya di kota Depok,”katanya.