DepokNews – Anggota DPR RI Dapil Jabar VI Kota Depok dan Kota Bekasi, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, jalani SWAB PCR Test di Rumah Sakit Universitas Indonesia Depok pada Selasa (6/10). SWAB PCR Test dilakukan sebagai persyaratan Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI ke Kalimantan Timur. Berdasarkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan SWAB PCR Test Covid-19 dengan Nomor 3011/KET-SHT/03-RSUI/S/2020, uji SWAB PCR Test atas nama Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, menunjukan hasil negatif.

Kujungan Kerja yang dilaksanakan pada Jumat (9/10) mensyaratkan test cepat atau rapid test bagi seluruh peserta yang terdiri dari 17 Anggota Komisi VIII DPR RI dari delapan fraksi, serta tiga orang Sekretariat Komisi VIII DPR RI, satu orang Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI dan satu orang bidang pemberitaan. Sementara itu, Nur Azizah yang merupakan anggota dari Fraksi PKS lebih memilih menjalani SWAB PCR Test guna antisipasi secara optimal. “Swab test ini dilakukan untuk antisipasi lebih jauh, selain yang utama tetap menjalani protokol panduan beraktivitas di masa pandemi Covid-19 sebagaimana arahan dari DPP bagi semua kader PKS”, jelas Nur Azizah.

Langkah antisipasi dilakukan oleh Nur Azizah sebagaimana paparan DPP PKS dalam Panduan partai No. 4 Tahun 2020 terkait Protokol Individu Panduan Beraktivitas dan Menjaga Kesehatan selama terjadi wabah Covid-19. Panduan yang ditandatangani langsung oleh Presiden PKS M. Sohibul Iman pada 14 Agustus 2020, berisi himbauan wajib bagi semua kader PKS agar tetap menjalankan protokol kesehatan sebagaimana dijelaskan dalam surat himbauan.

Sebagaimana tugas dan dan fungsi Anggota Komisi VIII DPR RI di bidang Sosial, Keagamaan, Kebencanaan serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dalam Kunjungan Kerja yang berlangsung selama dua hari ini terhitung sejak Jumat (9/10) hingga Sabtu (10/10), Nur Azizah beserta rombongan mengunjungi Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi di Kota Balikpapan, Kemeterian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Balikpapan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi dan Kota Balikpapan serta Kementerian Sosial Balikpapapan.

Nur Azizah berharap langkah preventif yang dilakukannya dengan melakukan SWAB PCR Test dapat juga diikuti oleh semua anggota DPR RI setiap kali akan melakukan kunjungan kerja. Sehingga semua anggota tidak hanya mengandalkan test cepat yang memiliki tingkat akurasi lebih rendah dibandingkan dengan SWAB PCR Test. “Jika memang dalam SWAB PCR ditemukan ada yang positif, penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dapat mencegah terjadinya penularan saat di perjalanan”, jelas Nur Azizah.

Sebelumnya diberitakan, 18 anggota DPR RI diketahui positif COVID-19. Sekjen DPR RI, Indra Iskandar mengatakan, anggota dewan yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebenarnya lebih dari 18 orang. Sebab, ada anggota dewan yang tidak mau mempublikasikan statusnya setelah diketahui positif Covid-19. Menyikapi kondisi tersebut, Nur Azizah yang berperan sebagai salah satu anggota TIMWAS DPR RI thd Pelaksanaan Satgas Covid-19, berpesan agar semua anggota DPR RI tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan guna pencegahan penularan Covid-19. “Sebagai wakil rakyat tentunya memiliki mobilitas yang jauh lebih tinggi, meskipun di masa pandemi. Tentunya kita sebagai anggota Dewan harus mengutamakan protokol kesehatan, karena akan terus melakukan interaksi dengan masyarakat banyak, harus dipastikan kita selalu sehat dan tidak membawa virus”, tegas Nur Azizah”.