DepokNews — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok melakukan program sosialisasi tentang pengelolaan sampah, terutama sampah organik di lingkungan RT 02/11 Kp. Jemblongan, Kel. Pancoran Mas, Kota Depok, Sabtu (28/4/2018) malam.

Seksi Pengurangan Sampah dari DLHK Maman Suparman di hadapan warga RT 02/11 memaparkan masalah sampah dan penanganannya melalui layar presentasi. Menurutnya, sampah menjadi masalah, bukan hanya di Kota Depok tapi juga di banyak daerah lainnya. Kota Depok, katanya, telah berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masalah sampah ini, yang salah satunya melalui program ‘Depok Bebas Sampah 2020’.

“Pemerintah Kota Depok memiliki program ‘Depok Bebas Sampah 2020’ sehingga upaya sosialisasi seperti ini terus kami lakukan agar target dari program tersebut tercapai,” kata Maman.

Untuk mencapai target tersebut, menurutnya, Pemkot Depok telah memfasilitasi penanganan sampah rumah tangga dengan layanan penjemputan sampah organik melalui Dinas LHK. “Kami telah melakukan layanan ini sejak beberapa tahun yang lalu di sejumlah lingkungan RT/RW, termasuk di Pancoran Mas ini juga sudah berjalan. Kami berharap di RT 02/11 ini dapat segera terlayani. Kami siap menjemput sampah-sampah organik,” tegas Maman.

Proses penjemputan sampah itu sendiri, katanya, dilakukan sepekan tiga kali. Petugas pemungut sampah dari DLHK mengambil ember-ember yang telah disediakan secara cuma-cuma dengan moda angkutan khusus yang telah disediakan dinas ke lokasi. “Ember-ember yang telah berisi sampah organik akan kita tukar dengan ember yang telah kami bersihkan, jadi tidak tuang sampah ke mobil sampah. Praktis dan mudah!” paparnya.

Terkait dengan sampah non organik, menurut Maman, pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan bank-bank sampah yang tersebar di berbagai lokasi di Kota Depok. Bank sampah inilah yang siap menampung sampah-sampah tersebut untuk didaur ulang sehingga bernilai ekonomis. “Bank-bank sampah itu menerima sekitar 45 item barang bekas maupun sampah non organik, sehingga nyaris tidak ada lagi barang yang tak berguna numpuk di rumah-rumah bapak dan ibu sekalian,” tandasnya.

Sementara itu, penggiat bank sampah dari Warga Peduli Lingkungan (WPL) Pancoran Mas, Sri Wulan Wibiyanti, juga turut menyampaikan pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga. Bank sampah yang telah berkembang di Kota Depok, menurutnya, menjadi sarana untuk mendukung upaya Pemkot dalam mengurangi volume sampah. “Saya bersama suami pada tahun 2008 mendirikan bank sampah respon warga masih rendah. Tapi sekarang kesadaran warga sudah semakin baik, sehingga program ini semakin meluas manfaatnya,” tuturnya.

Di bank sampah yang dikelolanya di wilayahnya RT 01/13 Pancoran Mas, menurut Wulan, kegiatan pemilihan dan pemilahan sampah sudah berjalan dengan baik. “Sampah-sampah organik warga sudah diangkut rutin oleh Dinas Kebersihan sesuai yang diterangkan oleh Pak Maman. Sedangkan sampah-sampah non organik kami daur ulang menjadi barang-barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis seperti tas, bando, dompet, dan lain-lain,” ujarnya. Dia berharap warga RT 02/11 dapat segera menjalankan program seperti ini sehingga di lingkungan ini bisa bebas sampah.

Lurah Pancoran Mas, Ery Sumaryono yang hadir pada kegiatan sosialisasi ini memberikan apresiasi kepada pengurus lingkungan RT 02/11 yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan ini. Pihaknya juga akan meneruskan kegiatan seperti ini ke wilayah RT dan RW se-Pancoran Mas. “Saya minta Pak Maman dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok untuk road show ke semua wilayah kelurahan Pancoran Mas,” katanya yang disambut kesiapan dari Dinas LHK.
Di sesi dialog dengan warga Maman secara khusus memberikan apresiasi kepada pengurus RT 02/11 yang telah peduli dengan masalah lingkungan, terutama masalah sampah rumah tangga, dengan mengundang Dinas LHK untuk melakukan sosialisasi kepada warganya.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ketua RT yang telah berinisiatif dan aktif dalam mengelola sampah, terutama sampah rumah tangga. Sebab masih jarang pengurus lingkungan yang seperti ini. Saya berharap sesegera mungkin Pak RT dan warganya menjalankan progam ini,” ujarnya.

Ketua RT 02/11 Pancoran Mas, Misroji, berterima kasih kepada Dinas LHK yang telah bersedia memberikan sosialisasi pengelolaan sampah, sehingga warganya semakin peduli dengan lingkungannya, terutama masalah sampah rumah tangga. “Saya berterima kasih banyak kepada Pemerintah Kota Depok, terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Selanjutanya, saya akan jemput bola ke tiap warga sehingga insya Allah dalam waktu dekat kami segera dapat menjalankan program ini,” katanya.

Terlebih lagi, menurut Misroji, di lingkungan RT 02/11 sudah punya program menanam cabe rawit di tiap rumah warga, sehingga pupuk kompos hasil dari olahan sampah organik dari UPS dapat dimanfaatkan sebagai media tanam dan penyubur tanaman cabe. “Melalui kerjasama yang baik ini saya berharap program tanam cabe di sini makin mudah dalam mencapai targetnya, yakni ingin menjadikan Kampung Jemblongan ini sebagai Kampung Cabe Rawit,” pungkasnya.*