DepokNews–100 penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Ratu Jaya yang telah memiliki hak pilih mengikuti sosialisasi tahapan menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok tanggal 23 September 2020 yang digelar oleh Komisi Pemilahan Umum (KPU).

Komisioner KPU Depok, Mahadi Rahman Harahap memaparkan perhatian KPU Depok terhadap penyandang disabilitas, kata Mahadi, karena mereka pun memiliki hak yang sama dengan warga lainnya.

“Termasuk hak untuk memperoleh informasi yang lengkap tentang penyelenggaraan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok,” ujarnya.

Dalam sosialisasi ini, ucap Mahadi, juga dijelaskan waktu pendataan pemilih oleh KPU Depok.

“Sesuai jadwal, KPU akan melakukan pencocokan dan penelitian atau coklit pada 16 April hingga 17 Mei 2020. Dalam tahap ini, data penyandang disabilitas juga akan diperoleh untuk selanjutnya mereka yang telah berhak memilih didaftarkan,” ujarnya.

Dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) terakhir, jelasnya, terdapat sekitar 800 penyandang disabilitas.

Mahadi memperkirakan saat ini kemungkina bertambah hampir 1.000 penyandang disabilitas yang berhak memilih.

“Namun angka pastinya kita lihat setelah dilakukan coklit,” tandasnya.

Simulasi pencoblosan, lanjutnya, juga dilakukan dalam sosialisasi tersebut. Dalam simulasi ini, jelasnya, juga disediakan contoh surat suara dengan huruf braile bagi penyandang tuna netra.

“Kami pun menjelaskan bahwa bagi penyandang disabilitas yang harus didampingi saat di bilik suara disediakan form C3 di tempat pemungutan suara (TPS),” tuturnya.

(Foto: 100 penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Ratu Jaya yang telah memiliki hak pilih mengikuti sosialisasi tahapan menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok tanggal 23 September 2020 yang digelar oleh Komisi Pemilahan Umum (KPU)