Dewi Anita (Istimewa)

Dewi Anita Fokus Jadikan Depok Kota Layak Anak

Posted on 1,351 views
DepokNews- Menjadikan Depok Kota Layak Anak (KLA), tidak hanya peran dari pemerintah. Dibutuhkan sinergisitas antar instansi vertikal, pelaku usaha, dan tentu masyarakatnya. Kekerasan pada anak dan perempuan, pengamen jalanan masih dapat kita temui di Depok.
Hal tersebut mendorong Dewi Anita pengusaha yang bergerak di bidang jasa, untuk maju menjadi Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kota Depok.
“Semua memiliki porsi masing-masing, jadi tidak hanya melimpahkan ke pemerintah. Terpenting adalah kesadaran masyarakat, bahwa dengan menjadikan kotanya sebagai KLA, maka akan lebih mudah menciptakan generasi yang baik,” ungkap Dewi.
Indikator untuk menjadikan Depok sebagai KLA tentu salah satunya adalah tidak adanya kekerasan terhadap anak dan perempuan. Upaya untuk menekan itu semua tentu dari lingkungan tempat tinggal. Peran RT/RW di masyarakat diperlukan, tidak hanya mengurus administrasi saja tapu harus turun ke warga menyosialisasikan untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Secara struktural RT/RW berperan penting karena terkoneksi langsung ke warga. Karena itu lah harus ada keaktifan dari RT/RW di lingkungan,” terang Dewi.
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa dipungkiri ada disekitar kita. Namun bagaimana mencegahnya, adalah tugas dari masyarakat.
“Tidak takut untuk melapor, baik korban atau pejabat lingkungan. Karena dengan melapor akan ada upaya berkelanjutam untuk menekan kekerasan terjadi, dan proses pemulihan bagi korban,” tuturnya.
Dengan maju sebagai Caleg dari Partai Golkar, Dewi berharap dapat membantu perempuan dan anak yang mendapatkan kekerasan. Tidak adanya pengamen anak-anak di jalanan juga menjadi sorotannya sebagai ibu dari satu anak ini.
“Harus ada upaya agar tidak ada lagi anak berkeliaran malam-malam untuk mendapatkan uang. Ini adalah tugas nyata namun belum menemukan solusi. Jangan hanya dijaring Satpol PP, didata, lalu dilepaskan kembali setelah dijemput keluarga. Harus tuntas agar mereka tidak kembali lagi ke jalan,” tutup Dewi.(mia)