Ingin Rezeki Berkah? Jalin Silaturrahim.

Pesan tersebut disampaikan oleh Ketua DMI Kota Depok, KH. DR. I’ie Naseri Muhammad, MM. dalam acara Silaturrahim Dewan Masjid Indonesia Kecamatan Pancoran Mas, Sabtu, 29 Mei 2021.

Beliau mengungkapkan bahwa saat ini sering dirasa keberkahan mulai berkurang. Misalnya, orang-orang merasa uang mereka cepat habis.

Maka jalinlah silaturrahim, seperti diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wassallam dalam hadits yang artinya: “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturrahim”.

Keberkahan tersebut seringkali sulit dipahami dengan logika, walau banyak kisah-kisah nyata dari para alim ulama yang menggambarkan contoh-contoh keberkahan tersebut.

Nasihat penting lain dari Kyai I’ie adalah bagaimana kita mendorong agar akhir hayat kita dapat membaca kalimat laa ilaaha illaLlaah. Selepas Ramadhan selalu berupaya tazkiyatul aqidah atau membersihkan diri dari tuhan-tuhan lain yang ada di diri kita. Serta berlindung kepada Allah ta’ala dari bisikan setan.

Acara silaturrahim itu sendiri dimulai sekitar pukul 10 pagi. Dihadiri pula oleh Camat Pancoran Mas, H. Utang Wardaya, AP, M.Si.

Kegiatan bertempat di Masjid Akbar Al-Hidayah, Pondok Pesantren Al-Hidayah yang dibina oleh KH. DR. Arif Rahman Hakim, yang mengemban amanah sebagai Ketua MUI Kecamatan Pancoran Mas sekaligus juga sebagai Dewan Mustasyar DMI Kecamatan Pancoran Mas.

Silaturrahim berjalan hangat walau jumlah peserta terbatas dan tetap berupaya mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan duduk berjarak.

Jajaran Pengurus Cabang DMI Kecamatan Pancoran Mas yang dipimpin oleh ketua H.M. Amin hadir bersama para perwakilan pengurus ranting DMI dari area kelurahan-kelurahan di Kecamatan Pancoran Mas tampak fokus menyimak arahan dan nasihat yang disampaikan. Bertindak sebagai tuan rumah dan panitia adalah DR. Amsori Jayadi beserta para pengurus ranting DMI Kelurahan Rangkapan Jaya Baru.

KH. Arif Rahman Hakim dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan bersama DMI dan MUI yang telah dan masih terus dijalankan adalah subuh keliling. Hingga sekarang sudah berlangsung sekitar 98 kali. Subuh keliling akan terus dilanjutkan sebagai upaya “Mensubuhkan Masyarakat dan Memasyarakatkan Subuh”, untuk membangkitkan umat dan menjadi jalan agar keberkahan turun bagi bangsa kita. Agar umat gemar shalat subuh berjamaah.

Beliau pun mengutip sebuah tesis: Jika jumlah jamaah Subuh di masjid sudah sama dengan shalat Jumat, itulah yang akan menggetarkan zionis.

Subuh berjamaah inilah yang mengawali keberkahan bagi umat dan bangsa.

Setelah Ramadhan, jajaran DMI dan MUI akan kembali subuh keliling dan terus perkuat silaturrahim dan persatuan bangsa.
DMI dan MUI bersinergi menjalankan kegiatan bersama, karena sesungguhnya DMI dan MUI Pancoran Mas seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Camat Pancoran Mas yang berperan sebagai pembina kedua lembaga tersebut pun disebutkan selalu berupaya hadir dalam subuh keliling, kecuali jika sedang bertugas keluar kota

H. Utang Wardaya, Camat Pancoran Mas, dalam acara silaturrahim tersebut pun menyampaikan bahwa DMI Pancoran Mas selalu bersinergi dengan Kecamatan Pancoran Mas dalam kegiatan subuh keliling, serta tarawih keliling bulan Ramadhan. Tentu bersinergi pula dengan 3 pilar kecamatan dalam melakukan tugas pemantauan atau monitoring agar aktifitas ibadah bisa berjalan baik.

Kehadiran Camat Pancoran Mas dalam acara tersebut adalah untuk memenuhi undangan kegiatan silaturrahim dan penguatan kelembagaan DMI Pancoran Mas. Beliau menekankan pentingnya peran strategis masjid untuk masyarakat, terutama dalam menjaga shalat 5 waktu, sinergi persatuan dalam dakwah, serta tidak hanya terbatas di lingkungan namun juga berperan mensejahterakan umat lebih luas.

Camat juga menyampaikan bahwa di Kecamatan Pancoran Mas terdata sejumlah 117 masjid, dan terdapat pula musholla dalam jumlah lebih banyak lagi. Semua tersebut merupakan potensi besar, sebagian aset wakaf yang perlu dioptimalkan untuk fungsi dakwah, syiar Islam dari berbagai lini. Maka semua diharapkan bersinergi, dan kecamatan pun menyiapkan dukungan baik anggaran maupun pelatihan atau penguatan kelembagaan.

Kegiatan silaturrahim diakhiri dengan doa dan ramah tamah, kemudian shalat dzuhur berjamaah.