Kepala Dinas Perhubungan Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

DepokNews- Rencana Pemkot Depok memutar lagu di lampu lalu lintas menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Depok, Dadang Wihana sebagai bagian dari konsep traffic management. Nantinya, salah satu lagu yang diputar adalah lagu yang dinyanyikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris berjudul ‘hati-hati’yang viral di media sosial.

Dadang mengatakan, salah satunya musik yang diciptakan oleh Koko Tole yang judulnya hati-hati, juga pesan-pesan tiblantas (tertib lalu lintas) yang sedang kita susun ksarena ini kan belum selesai konsepnya.

“Ini yang sebetulnya sedang kami seleksi lagu-lagu apa yang nantinya cocok untuk diisi dalam traffic light,” kata Dadang.

Lampu lalu lintas yang memutar musik bukanlah hal baru. Konsep ini sudah banyak diterapkan di sejumlah daerah dan di luar negeri. Untuk di Depok, ia mengadopsi konsep dari Jepang di mana lampu lalu lintas memiliki bunyi yang beraneka ragam. Di Depok, ia mencoba mengimprovisasinya dengan lagu-lagu.

“Kami akan mengoptimalkan traffic light yang sudah terkoneksi dengan ATCS (Area Traffic Control System). Jadi ketika lampu merah menyala, di mana ada durasi 45 sampai 60 detik kita sisipkan pesan-pesan tertib lalu lintas. Dan itu kita sesuaikan dengan kondisi sosial jadi misalnya ada Adzan gak mungkin kita nyalakan itu, tengah malam juga enggak,” terang mantan Camat Sukmajaya, Depok ini.

Dadang juga membantah bahwa tujuan lampu lalu lintas bermusik itu untuk menekan stres pengendara yang terjebak macet. Kata dia, tujuan lampu lalin bermusik adalah pengendara itu mengerti kesabaran di dalam berkendara, jadi ketika lampu merah menyala pengendara di situ diberikan peringatan untuk tertib lalu lintas.

“Ketika tertib lalu lintas maka arus lalin akan mengalir. Kedua sebagai penanda mbagi penyeberang jalan. Ketika melalui zebra cross maka mendakan ketika itu berbunyi lampu merah sedang menyala. Jadi ini bukan cara untuk mengatasi kemacetan, mengatasi kemacetan itu dengan manajemen rekayasa lalu lintas,” jelasnya.

Dadang mengungkapkan rencana tersebut masih dalam tahap perbaikan peralatan yang ada, yaitu peralatan yang sudah terkoneksi dengan ATCS di kantor Dishub. Pihaknya pun tidak melakukan pengadaan baru, pasalnya speaker-speaker sudah terpasang di traffic light.

“Jadi tinggal setting bunyi-bunyian itu berkoneksi dengan lampu merah. Rencananya pertengahan atau akhir Agustus kita uji coba di lampu merah Simpang Ramanda,” pungkasnya.(mia)