DepokNews–Sebagai Kota penyangga Ibu Kota DKI Jakarta dan pintu gerbang Jawa Barat, Kota Depok memiliki peran strategis. Percepatan pembangunan yang penuh inovasi, identitas Kota yang melekat, ekonomi tumbuh dengan pesat, pariwisata menggeliat, impian Kota Depok ke depan. Hal itu dibenarkan pemantik Depok Gue Gufron Albayroni. “Depok kok gini-gini aja, disaat Kota Kabupaten lain ingin meningkatkan APBD di Depok malah Silva. Banyak juga kota lain dengan inovasi dan cara membaca UU otonomi Daerah mampu mengubah Kota menjadi lebih baik,”ujarnya seusai menjadi narasumber #Depok Gue Ngubek Depok Ngopi Diskusi Santai bareng komunitas dan pemuda Depok dengan tema “2020 Depok masihkah begitu-begitu saja”. IPW Cafe & Resto, GDC, Depok.

Menurutnya, pada tahun 2020 adalah masanya kompetisi ide, gagasan, dan menantang perubahan. Ia optimis Kota Depok akan menjadi Kota Multikultural karena beragamnya penduduknya seperti: agama, suku, budaya, profesi dan lainnya bila dikelola dengan baik. “Memang banyak permasalahan di Depok seperti krisis identitas, seakan-akan tidak ada perubahan signifikan atau inovasi yang berarti. Bila dibandingkan dengan Risma dengan Surabaya menjelma menjadi Kota seribu taman dan Anas dengan Banyuwangi mengubah menjadi Kota festival. Artinya, dengan pengelolaan dan inovasi yang baik Depok tentunya ke depan bisa menjadi lebih baik,”paparnya.

Inisiator Depok Gue Sandi Hanafiah mengungkapkan sebagai Komunitas pihaknya tetap komitmen dalam membangkitkan cinta pada Depok. Ia menambahkan, gelora cinta pada Depok harus terus diletupkan pada generasi muda dan semua orang yang mengaku sebagai warga Depok. “Kalau ada kritik yang membangun ini adalah bentuk rasa cinta dan peduli kita pada Depok. Kajian kita ini akan terus kita lakukan untuk mencari solusi dan masukan pada Kota yang kita cintai,”paparnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir juga Sekretaris Syuriah PCNU Kota Depok H. Nasihun Syahroni, aktifis, Gusdurian, mahasiswa dll.