Manto Djorghi (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)
DepokNews- Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Djorghi mengatakan, Pemkot Depok menerima dana hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dana tersebut digunakan untuk normalisasi setu serta pelebaran jalan yang berbatasan antara Depok dan Jakarta. Sebelumnya Dinas PUPR mengajukan permohonan agar mendapatkan dana hibah, sebesar Rp 24 miliar tahun ini.
 “Dana tersebut digunakan untuk tiga titik pembangunan yang ada di Kota Depok. Besarannya Rp 24 miliar,” katanya, Minggu (28/10/2018).
Dia merinci, dana tersebut digunakan untuk revitalisasi situ-situ di Universitas Indonesia (UI). Diantaranya Situ Kenanga, Situ Puspa, Situ Mahoni, serta Situ Agathis.
“Untuk revitalisasi situ-situ di ui dianggarkan senilai Rp 8 miliar. Insya Allah revitalisasi ini akan selesai akhir tahun,” tukasnya.
Selanjutnya dana tersebut digunakan untuk penataan Situ Pedongkelan. Saat ini situ tersebut menjadi area wisata warga Depok. Lokasinya perbatasan antara Depok dan Jakarta Timur.
“Yang kedua kita ajukan Rp 6 miliar untuk penataan Situ Pendongkelan agar situ ini semakin banyak yang wisatawan yang datang. Insya Allah dana Rp 6 miliar ini juga akan terserap,” ucapnya.
Ketiga, pihaknya menggunakan dana hibah DKI untuk pelebaran jalan flyover Akses Universitas Indonesia senilai Rp 10 miliar. Hanya saja dana tersebut tidak dapat diserap semua. Pasalnya ada kendala rentang waktu yang mepet. Mengingat saat ini sudah hampir memasuki penghujung tahun.
“Ada sedikit kendala lah untuk pembangunan flyover ini karena waktu.  Ternyata perencanannya saja belum ada makanya kita akan buat perencanannya dulu kemudia kita juga harus  lakukan pelelangan untuk membangun fly over ini juga butuh waktu juga dan normalnya waktu pelaksanaan itu kan harusnya tiga bulan sekarang  saja sudah mau November,” tukasnya.
Dengan kendala yang ada maka pihaknya hanya mampu menyerap sekitar Rp 3,5 miliar dari yang diberikan Rp 10 miliar. Yang dilakukan pihaknya adalah melebarkan jalanan menuju underpass UI dari arah Depok ke Lenteng Agung. Pasalnya di lokasi tersebut menjadi salah satu titik kemacetan.
“Nah karena kita kekejar waktu makanya kita lakukan kegiatan yang bisa dilaksanakan saja pada tahun ini terutama pelebaran jalan underpas UI yang mengarah ke Lenteng Agung kita akan lebarkan kurang lebih 2,4 meter sepanjang 20 meter mengarah ke Lenteng Agung. Karena ini tiap pagi macet juga kan,” paparnya.
Dikatakan pengerjaan proyek tersebut akan dilakukan bulan depan. Saat ini kata dia sedang dalam proses lelang. Saat ini sedang proses lelang mungkin akhir November baru dikerjakan.
“Karena dana yang kita gunakan hanya Rp 3,5 miliar makanya itu kita gakbisa nyerap sepenuhnya Rp 10 miliar mungkin akan dilanjutkan pada tahun 2019,” pungkasnya.(mia)