Dengan Sistem EHT Kemensos Samakan Harga Beras dan Gula Untuk Pemilik Kartu E-Warong

Posted on

DepokNews- Melalui program elektonik warung gotong royong (e-warong) Menteri Sosial Indar Parawansa berhasil menetapkan harga beras Rp 8.000 per liter dan harga gula Rp 12.500 per kilogram, di seluruh Indonesia.

“Saat ini harga gula dan beras sama di e-warong. Kita tentukan dengan sistem harga eceran tertinggi (HET),” jelas Khofifah saat peresmian e-warong di Depok, Senin (9/1/2017).

Dengan demikian warga pemilik kartu program keluarga harapan (PKH) dan beras sejahtera (rastra) bisa membeli di e-warong dengan harga dibawah harga pasar. Keluarga bisa memanfaatkan kartu ini untuk kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Saldo dalam kartu ini bisa disimpan sebagai tabungan.

“Kalau sudah punya seharusnya penerima sudah tidak ada yang berhutang,” ujarnya.

Kartu E-Warong bakal diberikan kepada penerima program keluarga harapan dan beras sejahtera. Di Depok tercatat ada 11.421 penerima PKH dan 43.000 penerima Rastra. Setiap bulan, penerima Rastra bakal mendapatkan bantuan Rp110 ribu, yang bisa dibelanjakan untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari.

“Sedangkan kalau bantuan PKH uangnya bisa dicairkan. Kalau Rastra tidak,” pungkasnya.

Sementara itu Walikota Depok Mohamad Idris mengatakan, dengan hadirnya E-Warong diharapkan bisa membantu keluarga tidak mampu. Juga, lanjut Walikota, bisa menurunkan tingkat kemiskinan di Kota Depok. Di Kota Depok sendiri ada peningkatan 70,5 persen dari 2 juta penduduk. Sekitar 8 persen warga tidak terkontrol karena migrasi.

Idris mengakui, program ini masih banyak memerlukan bantuan tambahan dari kementerian. Dari 42 jumlah E-Warong yang ideal, Depok baru punya satu.

“Tinggal dilihat implementasiannya di lapangan, karena ini sangat efektif dan bagus. Akan ada evaluasi dan sudah dimasukan ke kemetrian ada penambahan E-Warong selanjutnya,” tutup Idris.(mia)