Ikravani Hilman (dua dari kiri) Deklarasi timses IBH (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)

DepokNews–Bakal calon Walikota Depok dari PKS Imam Budi Hartono percaya diri akan mendapatkan dukungan dari pengurus
DPP PKS dan memberikan mandat kepada mantan wakil DPRD Kota Depok Prihandoko sebagai ketua Timses.

Demikian dikatakan Imam saat deklarasi tim sukses di Jalan Margonda pada Minggu (6/10) sore.

Imam mengatakan kalau deklarasi ini sebagai keseriusannya sebagai bakal calon Wali kota dari PKS.

“Saya berkeyakinan dapat rekomendasi 99 persen dari DPP PKS( maju sebagai calon Wali kota Depok) . Tapi satu persennya itu milik Allah SWT, ”katanya.

Meski begitu ia tetap menunggu keputusan rekomendasi calon Wali kota dari DPP PKS.

Dalam kesempatan itu, Imam juga memperkenalkan Ketua Timsesnya, Prihandoko.

Pri-sapaannya- adalah politikus kawakan partai dakwah ini.

Dia pernah menjadi tim inti pemenangan Nur Mahmudi-Idris Abdul Somad.

Terkait penunjukan Pri, Imam menilainya sebagai kader PKS Depok.

“Saya pilih Prihandoko karena beliau kader PKS terbaik di Depok dan memiliki kader. Punya gerbong massa, tentu harapannya bisa masuk gerbong saya,”katanya.

Meski absen 10 tahun di dunia politik, Prihandoko masih memiliki pasukan kader yang potensial.

“Kader terbaik PKS terbaik, dan kader internal ingin beliau berkiprah lagi. Bicara pasukan, beliau masih punya. Masih aktif di DPP jadi pasti ada pengaruhnya,”katanya.

Bicara soal pengalaman, sosok Prihandoko tidak perlu diragukan lagi.

IBH yakin, ketua timsesnya tersebut memiliki strategi jitu memenangkan dirinya di Pilkada Depok.

Pernah menjadi Anggota Dewan DPRD Depok selama dua periode, Wakil Ketua DPRD Depok, Ketua DPD PKS Depok, Ketua KONI Depok, lengkap sudah pengalamannya.

“Hari ini saya melamar Pak Prihandoko secara langsung, dan Alhamdulillah diterima untuk jadi ketua tim pemenangan saya,” katanya.

Kalau bicara masalah pengikut dan suara internal PKS dan kualitas.

Pengalaman tidak diragukan lagi.

Menurut IBH, sapaannya, PKS membuka peluang kepada seluruh partai untuk bergabung (berkoalisi) demi kemajuan Kota Depok. Salah satunya dengan Nasional Demokrat (Nasdem).

IBH mengatakan, Partai Nasdem memang tidak terlalu besar di Depok, tapi untuk skalanya di Nasional sangat besar.

“Saya melihat partai tersebut kedepannya mampu menggerakkan mesin politiknya dan meraih kemenangan di Kota Depok,”katanya.

Diyakininya, kedepan koalisi PKS dan Nasdem kemungkinan besar akan terjadi.

Namun, IBH menegaskan bukan berarti pihaknya akan berhenti disitu saja.

Berdasarkan persetujuan dari DPW PKS tidak ada masalah berkoalisi dengan partai manapun.

“Tidak ada perbedaan ideologi dengan partai manapun. Semuanya sama, berlandaskan Pancasila. Berbicara perbedaan memang ada, tetapi persamaannya lebih banyak,” tegasnya.

IBH juga tidak menampik, telah menjalin komunikasi bersama sejumlah tokoh politik salah satunya dengan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna beberapa waktu lalu di Kota Bandung.

Namun, sayang ada perbedaan keinginan antara keduanya.

“Jadi waktu itu Pak Pradi membahas soal masalah Pilkada 2020 dan menyatakan keinginannya menjadi D1 (Wali Kota) sedangkan saya juga punya niat sama. Jadi belum ada titik temu,”katanya.

Sementara itu, IBH juga menyatakan ada sisi kebanggaan ketika dirinya mampu menduduki jabatan sebagai Wali Kota Depok.

Terutama dari segi kemanfaatan, bagi masyarakat dan akan membenahi Kota Depok.

Sementara itu Prihandoko, yang juga pengurus DPP PKS, menyambut baik lamaran IBH sebagai ketua tim pemenangan.

Menurutnya, IBH merupakan salah satu sosok yang dibutuhkan Kota Depok saat ini.

“Baru kali ini saya dilamar laki-laki. Tapi saya langsung mengiyakan, karena IBH sosok muda, visioner, dan merakyat,”katanya.