DepokNews–Istanbul (29/7), Adara Relief International, yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis (KIBBM) turut menyatakan keprihatinan terhadap penodaan-penodaan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap kesucian Masjid Al-Aqsha di Kota Al-Quds Palestina.

Ketua Adara Relief, Nurjanah Hulwani, S.Ag, M.E, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Perempuan KIBBM, turut hadir dalam pembacaan “Deklarasi Istanbul Menyikapi Penutupan Masjid Al-Aqsha” pada Jumat, 27 Juli 2018, di Istanbul, Turki. Deklarasi dibacakan usai acara Konferensi Internasional Mimbar Al-Aqsha yang dihadiri oleh 600 orang peserta dari 24 negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Turki, Aljazair, Rusia, Italia, Tunisia, Bahrain, Yordania, Afrika Selatan.

Isi Deklarasi KIBBM tersebut adalah:

1. Mengutuk keras tindak kekerasan dan teror yang dilakukan oleh tentara Zionis Israel terhadap Masjid Al-Aqsha dan umat Islam yang akan melaksanakan Shalat Jumat.

2. Menyerukan kepada para Advokat Muslim sedunia, dan seluruh pemimpin negara yang tergabung dalam OKI, untuk memejahijaukan Israel dalam pengadilan internasional atas pelanggaran HAM yang dilakukan.

3. Menghimbau kepada pemimpin, ulama, dan masyarakat Arab untuk lebih pro aktif dan bersungguh-sungguh dalam menjaga Masjid Al-Aqsha.

4. Menyerukan persatuan dan kerjasama umat Islam seluruh dunia untuk menjaga dan menyelamatkan Masjid Al-Aqsha

5. Menghimbau kepada para dai dan khatib menggunakan mimbar-mimbarnya untuk menggerakkan seluruh umat Islam dunia, agar memberikan perhatian khusus dalam membela Masjid Al-Aqsha.

6. Mengapresiasi sikap tegas Pemerintah Indonesia yang menolak Yahudisasi di Palestina, dan mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak normalisasi hubungan apapun dengan Israel.

7. Menyerukan kepada seluruh elemen umat dan bangsa Indonesia untuk mengesampingkan perbedaan demi menunaikan kewajiban persatuan dalam memperjuangkan kesucian Baitul Maqdis dari penistaan Zionis Israel.

8. Mengajak seluruh eleman bangsa Indonesia untuk bergabung dan terlibat aktif dalam seluruh aktivitas pembelaan Baitul Maqdis melalui lembaga Koalisi Indonesia Bela Maqdis (KIBBM).

Adapun Konferensi International Mimbar Al-Aqsha yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut merupakan ajang pembekalan bagi para khatib dan da’i dalam upaya untuk menyeru dan menyadarkan umat akan kewajiban membela Baitul Maqdis. “Saya mengutip salah seorang narasumber konferensi, bahwa sudah semestinya umat tidak akan bisa tenang hingga Baitul Maqdis terbebas sebagaimana dulu Sholahuddin tidak dapat tersenyum hingga Al-Quds terbebas,” tutur Nurjanah Hulwani.

“Adara Relief sebagai salah satu elemen umat pendukung pembebasan Baitul Maqdis, akan terus meningkatkan kapasitas diri agar dukungan terhadap Baitul Maqdis di Indonesia khususnya terus bertambah,” Nurjanah berharap.

Direktur Center for Indonesian Reform (CIR), Sapto Waluyo, mendukung inisiatif lembaga kemanusiaan yang menggalang koalisi internasional untuk pembebasan Masjid Aqsha dan negeri Palestina. “Pembebasan Palestina dan negeri-negeri tertindas lain merupakan amanat UUD NRI 1945. Itu misi universal yang sejalan dengan spirit kemerdekaan Indonesia. Inisiatif itu juga membantu politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif,” jelas Sapto