DepokNews — Aliansi Masyarakat Anti Pungli (AMAP) mendatangi kantor ATR/BPN Kota Depok. Puluhan perwakilan AMAP yang terdiri dari 19 kelompok LSM datang ke kantor ATR/BPN dengan membawa poster bertuliskan tuntaskan pungli PTSL, tangkap oknum-oknum yang terlibat dan menikmati duit PTSL serta pengembalian uang rakyat.

Saat ditemui dilokasi peserta aksi, Pardong mengatakan bahwa proyek PTSL terdapat banyak masalah.

“Kami menduga PTSL ini banyak terdapat pungli karena hasil investigasi kami dilapangan banyak ditemukan warga diminta rata-rata 3 hingga 7jt di wilayah Tapos. Kita menuntut juga oknum2 BPN yang bermain dan menikmati PTSL agar dipecat dan yang ketiga pengembalian uang rakyat,” ujar Pardong, Rabu(13/10/2021).

Menanggapi hal tersebut, perwakilan BPN akan menindaklanjuti dan akan melakukan investigasi

“Jawaban dari BPN, pihaknya berterimakasih atas kritikan dari kita dan akan segera melakukan investigasi di dalam BPN (mengutip tanggapan perwakilan BPN). Siapa yang memungut apa dari BPN apa dari panitia. Nanti hari Senin atau Selasa kita akan bertemu lagi menyampaikan hasil evaluasi monitoring apakah ada hasil temuan di BPN,” jelasnya.

Saat ditanya pihak BPN sebelumnya menyangkal adanya pungli PTSL, Pardong mengatakan kepala BPN pasti menyangkal.

“Kalau kepala BPN pasti menyangkal, mungkin anak buahnya petugas ukur dan yang lain kita curigai. Bahkan dari salah satu panitia mengatakan saya meminta ini untuk bensin, makan dan uanga ongkosnya tukang ukur BPN. Padahal hal tersebut tidak perlu diberikan kepada mereka, kan sudah digaji,” terangnya.

Sebelumnya, kasus dugaan pungli PTSL ini ramai menjadi bahan pemberitaan setelah Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Hamzah mendapat laporan dari masyarakat mengenai pungutan yang terjadi saat pengurusan PTSL.