Datang Pagi Buta Demi Ujian Masuk Politeknik

Posted on 4 views

Oleh : Larasati Yula Trihandayani (Mahasiswa aktif Politeknik Negeri Jakarta)

 DepokNews –Seleksi penerimaan mahasiswa baru Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dilakukan melalui Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Se-Indonesia secara serentak pada hari Sabtu (20/5).

Dari 5.710 peserta yang mendaftar UMPN PNJ hanya 40% atau 800 orang yang akan lolos dari UMPN gelombang 1 ini. Para peserta harus berjuang secara tertulis di Politeknik Negeri Jakarta, Depok. “UMPN dilakukan secara serentak oleh Politeknik Negeri Se-Indonesia dengan soal yang sama tetapi berbeda setiap tahunnya.” ujar Fachruddin selaku ketua panitia UMPN 2017 PNJ.

Ujian ini dilaksanakan menjadi dua sesi, ujian sesi pertama pada pagi hari pukul 08.00 WIB diikuti oleh 2.885 peserta jurusan Rekayasa dan ujian sesi kedua pada siang hari pukul 13.00 WIB diikuti oleh 2.825 peserta  jurusan Tata Niaga.

“Kedua sesi ujian hari ini berlangsung secara aman dan damai.” ujar Suliman selaku dosen jurusan Teknik Informatika di PNJ yang menjadi pengawas UMPN di Gedung Z.

Upaya keras para peserta pun sangat terlihat dari semangat mereka yang datang pagi buta dan rela menunggu beberapa jam di depan gedung ruang ujian sambil mengerjakaan soal latihan. Para peserta berharap agar dapat dengan mudah mengerjakaan soal ujian dan lolos dari UMPN ini. “Gapapa ke pagian daripada terlambat. Aku sama temen temen udah mati matian belajar dari jauh jauh hari soalnya jadi gamau terlambat.” ujar Annisa Mutiara, peserta yang berasal dari SMA 1 Kuari.

Suasana kampus Politeknik Negeri Jakarta pun sangat ramai dipenuhi oleh kendaraan para orangtua yang mengantarkan anaknya untuk ujian dengan sangat antusias.

“Upaya saya sendiri sebagai orangtua itu berdoa untuk anak saya agar dapat keterima di sini, juga memberi semangat dengan mengantarkan anak saya ke tempat ujian dan menunggunya sampai selesai.” kata Uus Suripto, Ayahanda dari peserta yang bernama Annisa Mutiara.

Namun, bukan hanya para peserta dan para orangtua yang berupaya. Wiwi Prastiwinarti, ketua jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan menjelaskan, jurusan nya pun juga berupaya untuk menarik minat peserta dengan cara mendatangi serta mempromosikan jurusan tersebut di sekolah sekolah SMA khususnya di SMK Grafika.