DepokNews–Di era digital dan di masa pandemi saat ini, masih ada sekumpulan anak muda yang membuat karya seni dari sampah limbah kayu, plastik, batok kelapa dan koran bekas yang mungkin sebagian banyak orang menganggap itu hal yang tidak bernilai, namun ternyata menjadi hasil karya seni bernilai ekonomis tinggi.

Wahyudin, pendiri Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (KPMI) Kota Depok mengapresiasi keberadaan Komunitas Cipta Karya Muda (KCKM) yang berada diwilayah Pos Citayam Rw.12 Kel. Pondok Terong Kota Depok, Jawa Barat.

“KCKM sebagai wadah kreativitas diharapkan dapat meminimalisir dan menjawab segala tantangan masa depan generasi muda dan juga solusi menangkal bahaya narkoba,” kata Wahyudin saat ditemui di markas KCKM Sabtu, 14 November 2020.

Menurutnya, jika dikelola dengan baik, maka kegiatan seperti ini dapat menjadi industri kreatif, seperti yang didengung-dengungkan pemerintah khususnya Pemkot Depok. “Ini bukti pemuda Indonesia dan pemuda Depok memiliki daya kreativitas yang bagus. Kita harus mendukung dan membantunya dan
Ia berkeyakinan, jika didukung seluruh komponen masyarakat, pemerintah dan pihak-pihak berkompeten, apapun bisa terwujud. Apalagi saat pandemi yang berkepanjangan ini, setidaknya melalui kreatifitas yang dikerjakan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru dan menambah penghasilan. Tutur pria yang akrab disebut bang wahyu ini.

Menurut Wahyudin, tidak menutup kemungkinan, ke depannya Pos Citayam Rw.12 Pondok Terong akan menjadi tujuan wisata, karna lokasi berdekatan atau berdampingan dengan Setu Citayam yang saat ini juga perlu mendapat perhatian khusus. Bila ini dikelola dengan baik dengan konsep yang tepat dan ramah lingkungan kemungkinan besar akan menjadi sentra industri kreativitas anak muda di Kota Depok.

Inisiator Komunitas Cipta Karya Muda (KCKM) yaitu bang Ale panggilan akrabnya menyampaikan bahwa para pemuda yang tergabung dalam komunitas ini didasari atas keprihatinan akan banyaknya sampah atau limbah kayu, plastik, batok kelapa dan kertas koran atau bekas bungkus yang banyak berserakan di jalan, setu citayam maupun kebon. Sehingga atas keprihatinan itu kami mengajak teman- teman untuk mengolahnya sampah- sampah itu menjadi suatu karya seni, kerajinan tangan yang mempunyai nilai ekonomis. Kami juga selain membuat karya seni, kami mengajak kepada setiap orang untuk peduli dan menjaga akan lingkungan sekitar agar selalu bersih dan berprilaku hidup sehat.

Saat ini, Komunitas Cipta Karya Muda (KCKM) memasarkan produk-produk ini baru sebatas secara ‘persekawanan’ atau di kalangan orang- orang terdekat dan sikenal saja. Hasilnya ada yang kami jual dari harga terendah 20 ribu sampai 750 ribu.
Kami juga mempromosikan melalui media sosial, tapi dirasa belum maksimal. Karna terkadang ada banyak permintaan atau pesanan kami masih ada keterbatasan alat- alat untuk berproduksi karna masih minim dan banyak yang sudah rusak. Kami sangat berharap ada perhatian dari pihak-pihak terkait, khususnya pemerintah daerah Depok, karna keberadaan lingkungan kami kurang mendapatkan perhatian bahkan banyak orang berpikiran wilayah kami adalah masuk wilayah citayam kabupaten Bogor. Padahal kami adalah warga Depok, Harapannya ada pihak pemkot maupun swasta bisa mensupport dan bersinergi memberikan bantuan untuk ikut mengembangkan usaha yang kami lakukan ini,” tutup bang ale