DepokNews–Jika ingin memulai bisnis, mulailah. Siapa tahu rezeki Anda ada di bisnis itu. Berawal dari modal Rp 200.000  bisnis donat kentang frozen yang dikelola Nur Rakhmawati omsetnya kini  mencapai ratusan juta rupiah.

Bermula ingin menyajikan cemilan yang sehat untuk kelima anaknya, Nur Rakhmawati yanglebih akrab dipanggil bu Wati, sering membuatkan kue donat untuk mereka.

Donat kentang buatan bu Wati kemudian bukan hanya untuk keluarga, tapi juga untuk konsumsi jika ada acara silaturahmi keluraga besar . Donat kentang buatan bu Wati diakui enak oleh keluarga besarnya. Banyak saudara yang kemudian memesan donat kentang buatan wanita kelahiran Jakarta, 5 April 1969 itu.

Wati  yang sebelumnya telah mencoba berbisnis kecil-kecilan, seperti jualan baju, jualan herbal, dan lain-lain, kemudian mencoba membisniskan donat kentang buatannya. bermodalkan uang tabungannya sebesar Rp 200.000 untuk membeli bahan-bahan donat kentang.

Dia memasarkan lewat media sosial ke teman-temannya. Donat yang ditawarkan dalam bentuk frozen. Karena ibu ini  tidak ingin berjualan dengan membuka toko kue yang harus ia tunggui sehari penuh.

“Menunggu warung itu pekerjaan membosankan. Jadi saya sengaja bikin donat frozen agar saya tidak nunggu toko kue. Setiap selesai bikin donat  , langsung saya masukan ke freezer. Saya kemudian bisa istirahat,”ujar wanita yang hobi bikin makanan ringan seperti pastel dan risoles itu ketika ditemui di Kawasan Grand Depok City, Depok, Rabu (9/6).

Setiap hari ia membuat donat frozen yang kemudian ia simpan di freezer . Di tahun 2015 donat frozen produk ibu Wati  merupakan donat frozen yang pertama, sebelum kini menjadi tren.

Ternyata kemudian makin banyak teman yang berminat membeli donat, banyak diantaranyayang repeat order,  bu Wati pun pun terus memenuhi permintaan para pembeli. Jika mulanya ia hanya bikin beberapa pack donat kentang per hari, kemudian berkembang hingga belasan pack. Padahal saat itu donatnya belum  bermerek. Dibuat sendiri oleh Rakhmawati secara tradisional. Ia bikin donat kentang setelah menyelesaikan tugas rumah tangganya, yaitu pada pukul 21.00 hingga pukul 24.00 WIB.

Setelah pembelinya makin banyak di tahun 2016, ia meminta izin pada suaminya Ahmad Rofi Lc,MA untuk menjalankan bisnis donat kentang frozen dengan serius. Untung suaminya mengizinkan. Dengan memberi izin, berarti suaminya siap dengan konsekwen jika konsentrasi nya akan terpecah  untuk keluarga dan untuk  urusan bisnis. Donat Kentang Susu Frozen ini pun di beri label HAQY.

Ibu Wati pun kemudian berusaha menjadi pengusaha donat kentang secara total. Wanita yang mengaku menuruni bakat dagang dari ibunya itu,  saat itu berjuang masih sendiri, belum bergabung dengan organisasi apapun. Ia kemudian datang ke Pemerintah Kota Depok. Ia minta dibimbing untuk menjadi pengusaha UMKM. Dari Pemkot lah dia banyak mendapat info tentang komunitas UMKM sehingga sering diundang jika ada berbagai macam pelatihan, baik pelatihan produksi, maupun pelatihan perizinan hingga bazar produk. Dari sinilah bermula, ibu Wati mengenal  dengan berbagai macam komunitas UMKM, termasuk Genpro. Ibu Wati  juga merupakan salah satu pendiri  komunitas Usaha Beji Mandiri (UBM). Dengan bergabung di organisasi, banyak manfaat yang bisa diambil wanita yang hobi traveling itu.

Ibu Wati pun berusaha menyempurnakan bisnisnya, ia kemudian mengambil tabungannya sebesar Rp 1.000.000, ditambah uang hasil penjualan donat sebelumnya , untuk ia belikan peralatan produksi donat secara profesional. Dengan uang yang terbatas itu, tentu ia membeli peralatan yang second. Ia juga mengurusi semua perizinan agar produknya meiliki legalitas yaitu Pirt  dan  halal MUI

Donat kentang frozen Haqi diambil dari  nama anaknya Natiq Bilhaq. Dari nama itu kemudian sedikit diubah agar lebih bersifat komersial.

Pembeli donat kentang Haqy  makin banyak. Rumahnya di Jalan Sukun, Beji, Depok, tidak lagi bisa menampung semua produksi. Akhirnya  menyewa rumah tetangga untuk dijadikan tempat produksi.

Kini bisnis donat kentang frozen Haqi  makin berkembang dengan omset 300-500 pak  per hari, dan harus mengontrak 3 rumah dan mempekerjakan 13 karyawan.

“Tadinya saya bikin donat kentang di rumah. Tapi karena kemudian berkembang terus, saya pun menyewa rumah tetangga untuk dijadikan rumah produksi,”ujarnya.

Ketika terjadi pandemi  COVID 19 diawal tahun 2020, jika pengusaha lain gulung tikar, pengusaha yang lulusan Institut Pertanian Bogor itu justru mengalami kenaikan omset yang cukup besar. Berapapun stok donat kentang yang ia simpan, selalu habis terjual. Bahkan pembeli harus menunggu seminggu untuk bisa mendapatkan donat kentang pesanannya.

“Saya sampai ada perasaan gak enak pada pembeli. Karena untuk mendapatkan donat kentang frozen Haqi, pembeli harus menunggu tiga sampai lima hari.

Pesanan donat kentang bukan hanya datang dari Jabodetabek, tapi juga dari Semarang dan Surabaya. Dia bercita-cita, donat kentang frozen Haqy bisa ia ekspor ke negara-negara tetangga.

“Donat kentang frozen itu bisa diekspor. Ada peluang. Karena di dalam freezer, donat bisa tahan simpan selama empat bulan. Ketika kembali digoreng, rasanya tetap enak, tidak berubah. Donat kentang kan punya rasa yang khas. Donat kentang juga lebih sehat daripada donat terigu,”katanya.

Kini ibu Wati terus membujuk suaminya agar mau terlibat lebih banyak lagi  di usahanya.  Permintaan yang semakin besar butuh bantuan partner untuk diskusi pengembangan dan tentunya pengelolaan pabrik agar lebih baik lagi.

“Ketika awal saya berbisnis, besarnya hasil penjualan donat kentang memang kalah besar dengan gaji suami. Tapi sekarang,Alhamdulillah bisa mencover kebutuhan rumah tangga dan bisa menabung untuk pendidikan anak-anak “ kata wanita perperawakan gemuk itu.

Dia tak takut dengan persaingan. Karena donat kentang frozen Haqi merupakan hasil resep racikan dirinya sendiri. Sehingga rasanya tidak akan ada yang menyamai.

“Ada customer saya yang sudah berlangganan selama lima tahun,”ungkapnya. Budi Gunawan