DepokNews — Kedua dalang cilik yang sedang naik daun ini adalah kakak beradik yaitu Pramariza Fadhlansyah kelas 7 Badar SMPIT MIFTAHUL ULUM dan Rafi  Ramadhan kelas 4B SDIT MIFTAHUL ULUM

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SDIT MIFTAHUL ULUM, Mudzakkir Harun Alrasyid,S.Ag.,M.Pd, merasa bersyukur dan bangga atas prestasi siswa didiknya.

“Mereka adalah anak pertama dan kedua dari tiga bersaudara pasangan keluarga Aswin Fitriansyah dan Ambar Trihapsari yang sekaligus sang cucu dari Rektor Unindra PGRI Jakarta Prof. DR. H. Sumaryoto,” kata Mudzakkir.

Dijelaskan Mudzakkir, mereka sangat piawai memainkan wayang kulit. Bukan hanya perang biasa tapi perang satria dengan raksasa yang penuh dengan adegan kembangan, jebloskan hingga salto atau koprol jungkir balik.

Mereka belajar wayang secara otodidak baik nonton secara langsung maupun melalui video. Ia belajar bagaimana memegang wayang, memainkan dan memadukannya dengan iringan atau musiknya. Sedang seni tutur baik janturan antawecana mau pun sulukan saat ini masih dengan membaca teks.

Keduanya sama-sama memiliki bakat yang luar biasa di bidang seni dalang. Dalam keseharian mereka menggunakan bahasa Jakarta ( Betawi) atau bahasa Indonesia sebagai  bahasa pergaulan sehari-hari. Sementara yang dipelajari  adalah bahasa wayang yang menggunakan bahasa  daerah Jawa yang berstrata.

Banyak orang berpendapat bahwa bahasa Jawa itu gampang-gampang susah. Namun kedua anak ini ternyata bisa menikmati bahkan kini menekuni secara serius terhadap seni pedalangan yang tidak semua orang  Jawa paham dan tertarik untuk mempelajarinya.

Sang Kakek amat bangga memiliki cucu yang gemar seni pedalangan. Melihat sang cucu yang masih kecil sudah tertarik dan berbakat pada seni pedalangan ini maka mereka dibelikan seperangkat gamelan dan wayang milik Ki Anom Suroto.

Bagi Prama maupun Rafi tampil di depan umum ditonton orang banyak bukan hal baru. Mereka sudah sering pentas di berbagai kota dan Taman Mini Indonesia Indah.

Pengalaman tampil sebagai dalang cilik inilah akhirnya membuat mereka berdua mendapatkan undangan secara khusus dari Jawaharlal Nehru University, New Delhi (25 – 29 April 2018) dan Kedutaan Besar RI di Moscow Pittersbrug Rusia (11 – 22 Mei 2018)

Yang jelas munculnya dua dalang cilik Prama dan Rafi sangat membanggakan bagi orang tua, sekolah, dan Bangsa Indonesia.

Di saat orang tua prihatin karena semakin langkanya anak kecil belajar dalang, justru generasi pewaris seni lahir dan  muncul dari ibu kota Jakarta. Semoga Prama dan Rafi semakin giat memperdalam seni pedalangan tanpa meninggalkan tugas utamanya sebagai pelajar.

“Bagi yang ingin tahu seperti apa Prama dan Rafi dalam memainkan wayang, tinggal buka di youtube dan ketik saja dalang cilik prama,” pungkas Mudzakkir.