Wali Kota Depok Mohammad Idris bersama Dandim 0508/Depok M. Iskandarmanto dan Camat Cipayung Asep Rahmat meninjau lokasi rawan banjir di jembatan gantung Sungai Ciliwung perbatasan wilayah Kelurahan Kalimulya Cilodong dan Ratujaya Cipayung, Depok, Senin (05/02) lalu. (Foto : Diskominfo)

DepokNews — Intensitas hujan mulai dari sedang hingga lebat yang terus mengguyur wilayah Kota Depok beberapa hari ini, membuat sejumlah wilayah berpotensi rawan banjir dan longsor. Salah satu wilayah yang diingatkan untuk selalu waspada bencana adalah Kelurahan Ratujaya, Kecamatan Cipayung. Hal tersebut dikarenakan sebagian wilayah tersebut berada di pinggiran Sungai Ciliwung.

Lurah Ratujaya, Achmad Subandi mengatakan, pihaknya terus ingatkan kepada warganya untuk selalu waspada terutama warga yang berada di bantaran sungai. Selain juga terus mengimbau kepada warga untuk tidak membuang sampah ke sungai, karena hal tersebut dapat menghambat aliran air yang pada akhirnya dapat menyebabkan banjir.

“Kita menyampaikan kepada warga jangan buang sampah ke sungai. Selain juga mereka untuk selalu waspada bagi warga yang berada di bantaran sungai dengan cuaca yang ekstrim ini. Kami pun meminta warga jangan membangun rumah di bantaran Sungai Ciliwung” jelasnya kepada depok.go.id, belum lama ini.

Lebih lanjut, Achmad menuturkan, Wali Kota Depok, Mohammad Idris juga telah meninjau lokasi rawan banjir yang ada di wilayah Kelurahan Ratujaya, beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan tersebut, sambungnya, Wali Kota Depok meninjau ketinggian volume air Sungai Ciliwung yang terus meningkat di Jembatan Palapa.

“Beliau juga meninjau dua rumah yang terendam banjir serta menginstruksikan untuk mendata rumah-rumah yang berada di bantaran Ciliwung yang ada di wilayah Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Cilodong dengan melihat kepemilikannya,” katanya.

Sementara itu,  Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ratu Jaya, Dayat menjelaskan, guna mengantisipasi bencana, pihaknya juga telah melakukan pendataan terhadap titik-titik yang rawan banjir dan longsor. Selain itu pihaknya bersama dengan masyarakat secara gotong-royong membersihkan saluran air.

“Kita sudah melakukan pendataan terdapat sekitar 4 titik yang rawan banjir jika hujan lebat serta longsor berpotensi di wilayah Garis Sepadan Sungai (GSS) terutama Ciliwung. Kita juga bekerja sama dengan Dinas PUPR bidang Sumber Daya Air untuk menyiagakan Satgas Banjir,” jelasnya.

Dirinya berharap, terutama kepada dinas terkait untuk mencari solusi dalam menangani wilayah-wilayah di Kelurahan Ratujaya yang rawan longsor dan banjir ketika musim penghujan. Terutama wilayah yang berada di bantaran sungai.

“Kedepann untuk titik longsor kami minta kepada dinas terkait untuk mencari solusi dalam menangani wilayah-wilayah yang rawan longsor. Misalnya dengan memasang beronjong di pinggir-pinggir sungai yang terdapat pemukimannya,” tutupny