Ciptakan Aplikasi Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus, Mahasiswa Gunadarma Melaju Ke Pinmas Dalam Ajang Program Kreativitas Mahasiswa

Posted on 998 views

DepokNews–Tim mahasiwa Universitas Gunadarma berhasil masuk pada Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) dalam agenda tahunan yang prestisius dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang memfasilitasi potensi mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia dalam berkarya, yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Dosen Universitas Gunadarma, Dr.dr.Matrissya Hermita,M.Si yang mendampingi mahasiswa Universitas Gunadarma dalam ajang bergengsi ini menjelaskan, peserta Pimnas meerupakan mahasiswa pilihan dari berbagai perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

“Untuk bisa masuk Pinmas dalam program PKM ini harus berkompetisi dengan ribuan tim. Tahun ini Gunadrama mengajukan seratus proposal PKM ke Kemenristek dan mendapatkan pembiayaan hanya sebelas proposal, dari sebelas proposal dilakukan monitoring evaluasi (monev) ada dua proposal yang lulus untuk maju ke Pimnas. Untuk masuk Pimnas ini tidak mudah, setahu saya ada empat puluh ribu proposal dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, lalu disaring menjadi empat ribu,dan disaring lagi menjadi empat ratus yang masuk Pimnas, dua tim mahasiwa Gunadarma berhasil lolos ke Pimnas tersebut, salah satu karyanya aplikasi pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus dengan nama Batik Keraton,” jelas Dr.dr.Matrissya.

Dr.dr.Matrissya juga menjelaskan Aplikasi Batik Keraton tersebut dalam pembutannya sudah dikonsultasikan dengan ahli bahasa dan ahli psikologi pendidikan dan bisa diupdate sendiri oleh pengguna.

“Jadi aplikasi pembelajaran untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang kita namakan Batik Keraton ini merupakan kolaborasi antara IT dan Pisikologi,” tambah Dr.dr.Matrissya.

Sedangkan Nur Lintang Putri Ayu sebagai  Ketua tim dalam pembuatan aplikasi yang berhasil masuk Pimnas tersebut menjelaskan, aplikasi ini cukup membantu pembelajaran anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengenal dan menghafal serta memahami huruf sehingga anak tersebut bisa membaca.

“Aplikasi ini sudah kami ujicobakan pada beberapa sekolah anak berkebutuhan khusus yang belum bisa membaca, mereka sangat suka dengan aplikasi ini dan cukup terbantu proses pembelajarannya, anak akan termotivasi karena media pembelajarannya menarik,” kata Nur Lintang didampingi anggota tim lainnya, Adhityo dan Aditia.

Aplikasi ini juga didemokan pada kegiatan seminar desiminasi pertukaran mahasiwa asing di Universitas Gunadarma, Kampus TB Simatupang Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018).

Ajang Pimnas sendiri akan berlangsung di Kota Yogyakarta beberapa saat lagi.