Tgl.25 Maret 2019.
Hari baru menjelang asar, ketika akhi Rahmat korsak Ds. Ciampea mengirim pesan via WA kepada saya,
” Assalamu’alaikum. Pak haji, ada saksi 1, sy kirim data dan no.hp nya, ya…” demikian yg tertulis dalam pesannya.

Saya memang beberapa hari sebelumnya pernah menceritakan kepadanya, sedang kesulitan mencari saksi PKS untuk TPS.10 Desa Benteng. TPS yg berlokasi di lingkungan dengan penghuninya yang mayoritas warga keturunan.

Tidak menunggu waktu lama, menyusul kemudian datang pesan berikutnya. No. hp dan indentitas diri dari calon saksi yang diajukan

Saya sempat tertegun sebentar setelah baca status yang tercantum pada e-ktp yg dikirimkan akhi Rahmat kepada saya. Betapa tidak. Dia seorang ibu rumah tangga dan bukan muslimah.

Penasaran, saya coba telusuri lebih lanjut jati dirinya. Akhirnya saya ketahui dari accountnya, nama panggilannya Cik Elin

Keraguanpun timbul untuk menerimanya sebagai saksi Partai Keadilan Sejahtera. Karena siapapun tahu, PKS adalah partai Islam.

Alhamdulillah… Keraguan saya tidak berlangsung lama. Saya segera sadar, bahwa PKS bukan hanya sebagai partai Islam, tetapi juga sebagai partai dakwah.

Astaghfirullah..ya Allah, ampunilah hambamu ini yang masih suka su’udhzon kepada orang lain….

Segera saya menghubungi Ustadz Mushlih untuk minta pendapat. Dan beliaupun mengijinkan, untuk menerimanya sebagai saksi PKS.

Setelahnya sayapun menghubungi Bu Herlinda, demikian nama lengkapnya, menanyakan apakah betul ia ingin menjadi saksi PKS…
” Siap, bu…” demikian jawabannya atas
pesan yang saya kirim, karena mengira saya seorang ibu…😊

Komunikasipun berlanjut antara saya dengannya. Mengaku belum pernah menjadi saksi, sehingga Cik Elin banyak bertanya tentang tugas dan tanggung jawab seorang saksi. Sebagai puncaknya saya katakan, bahwa Bu Elin akan mendapat bimbingan teknis sebelum bertugas sebagai saksi.

Tgl.7 April 2019
Cik Elin datang bersama beberapa saksi yang lainnya, memenuhi undangan bimbingan teknis. Terlihat semua saksi serius menyimak materi bimbingan yang disampaikan Pak Nyoman Heru, tidak terkecuali Cik Elin. Kehadirannya menimbulkan harapan saya, semoga Cik Elin menjadi salah satu saksi PKS yang militan…

Tgl.11April 2019.
Partai koalisi pendukung capres dan cawapres paslon 02 menyelenggarakan kampanye bersama. Bertempat di lapangan sepak bola jln. Letnan Sukarna, Ciampea. PKS tentu juga harus hadir sebagai salah satu partai pendukung paslon 02. Jadi saya mengajak juga Cik Elin untuk berpartisipasi.

Dia saya ajak bergabung dengan kader dan simpatisan DPC yang merencanakan akan convoy motor, berkeliling dulu sebelum menuju lokasi kampanye. Pesan lewat WA pun saya kirim. Saya berharap Cik Elin bisa gabung bersama kami, touring kampanyekan PKS dengan sepeda motor, walau hanya keliling di sekitaran Ciampea.

Jawaban atas pesan yang saya kirimpun datang
” Saya akan ikut kampanye, Pak…”
Alhamdulillah…guman saya dalam hati. Tapi pesan berikutnya yang datang, membuat saya tersenyum simpul sendirian..
” Saya kepinginnya, sih, ikut convoy. Suami saya punya motor. Tapi saya tidak bisa menyetir motor, Pak…”. Waduh…repot kalau begitu. Lucu juga dirimu, Cik…

Tgl.17 April 2019
Akhirnya tiba hari dimana para saksi PKS mengemban amanah di TPS. Mereka harus mengawasi, menjaga dan mencatat proses berlangsungnya pencoblosan. Sambil berharap pemilu kali ini berjalan lancar, luber dan jurdil.

Cik Elin saksi pertama yang melapor kepada Korsak, bahwa dirinya sudah berada di TPS. Jam baru saja menunjukan pk.06.01. Pada waktu bimtek, saksi memang diharapkan sudah berada di TPS pada jam.06.00 pagi.
Cik Elin mengirim photo situasi di TPS yang masih sepi. Bahkan KPPS nya pun belum ada yang datang.

Saat pencoblosan berlangsung, ada beberapa saksi yang meminta ijin sebentar untuk meninggalkan posnya, karena harus mencoblos di TPS lain. Tetapi, alhamdulillah, tidak ada saksi yang melaporkan pelanggaran, selama berlangsungnya proses pencoblosan.

Menjelang tengah malam, baru ada satu TPS yang menyelesaikan penghitungan perolehan suara. Saya sempat berkeliling memeriksa, apakah para saksi PKS masih berada di TPS nya masing-masing. Subhanallah…mereka masih bertahan, sekalipun mulai terlihat letih.

Lewat tengah malam, satu persatu saksi mulai melaporkan TPS nya sudah menyelesaikan penghitungan suara dan pembuatan berita acaranya. Akan tetapi baru pada ba’da shubuh saya mendapat kabar dari TPS.10, tempat Cik Elin bertugas, penghitungan suara dan pembuatan berita acaranya selesai.

Saya segera bergegas ke TPS.10. Karena saya harus secepatnya mengumpulkan form c1 dari para saksi. Di TPS.10 saya dapati Cik Elin masih bersama KPPS nya yg sedang bersiap-siap mengirim kotak-kotak suara ke Balai Desa.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, kata peribahasa. Demikian juga dengan Cik Elin. Ternyata yang ada ditangannya, form c1 untuk DPD dan Pilpres.
Mengetahui hal itu saya segera mendatangi KPPS nya. Menyampaikan agar Cik Elin bisa mendapatkan form c1 untuk legislatif. KPPS nya berjanji akan memfotocopykan, dengan meminjam form c1 legislatif yang dipegang saksi dari partai lain.

Saya tidak bisa berlama-lama. Form c1 legislatif harus segera berada di tangan. Jadi saya putuskan menghubungi PPS. Dan meminta kepada Cik Elin serta saksi lainya yang belum mendapat form c1 legislatif, untuk datang ke Balai Desa.

Sebetulnya memang ada beberapa saksi PKS lainnya yang belum mendapat form c1 legislatif, jadi bukan hanya Cik Elin. Kasusnya pun berbeda-beda. Jika Cik Elin tidak mendapat c1 legislatif karena kehabisan, maka saksi lainnya ada yg tidak mendapat form c1 karena KPPS nya bersikukuh tidak mau memberikan. Ada juga KPPS yang memberikan form c1 legislatif hanya lembar mukanya. Atau ada juga KPPS yang memberikan lembar ke.3 dari form c1, dengan alasan PKS ada di lembar ke.3. Lebih aneh lagi ada KPPS yang bersikukuh hanya mau memberikan form c1 legislatif untuk DPRD Kabupaten/Kota, kepada saksi. Saya heran. Entah apa yang ada di benak para KPPS tersebut. Tidak paham aturan, atau ada maksud lain. Wallahu’alam…

Sekitar jam.8.00 pagi akhirnya form c1 untuk legislatif kami dapat lengkap. Termasuk dari TPS.10.
Cik Elin terlihat sudah sangat letih. Saya menawarkan diri untuk menjadi tukang ojek gratis, mengantarkannya pulang.

Dalam perjalanan pulang menuju tempat tinggalnya, Cik Elin sempat bercerita, bahwa dirinya memilih PKS.
” Saya pilih PKS, pak..” katanya. ” Dan saya pilih paslon 02 untuk presidennya…” lanjutnya, tanpa merasa perlu menyembunyikan pilihannya.
Sedikit terharu, sayapun tidak lupa menyampaikan terima kasih kepadanya yang telah memilih PKS.

Kita memang tidak bisa memilih medan pertempuran. Tetapi kita bisa memilih dengan siapa kita akan bertempur…
Terima kasih kepada Bu Herlinda yang sudah bersimpati, mendukung dan memilih PKS sebagai teman berjuang…..🙏

Akhir April 2019
Korsak Ds. Benteng