Pelantikan pengurus YLCC Kota Depok (Istimewa)

DepokNews- Sebagai pewaris dan pelaku utama pesan Cornelis Chastelein kepada budak-budaknya yang telah diangkat menjadi saudara untuk bersatu dalam perbedaan, Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) merupakan wadah organisasi Kaoem Depok untuk bernaung sambil mengingat identitas sesungguhnya Kota Depok.

Sampai kini wejangan tersebut tetap dipegang oleh Kaoem Depok yang dibuktikan dengan eksistensi YLCC yang terus berusaha hadir menjaga nilai-nilai luhur tersebut di saat perubahan zaman.  Untuk terus menjalankan pesan tersebut, YLCC terus melakukan pembenahan salah satunya dengan melakukan pergantian struktur kepengurusan untuk periode 2019-2024.

Dengan semangat untuk terus beradaptasi terhadap kemajuan zaman. Pengurus baru YLCC untuk lima tahun kedepan telah menetapkan Chico Jinny Tangke Allo Tholense sebagai Ketua Umum yang baru.

Ketua Umum YLCC, Chico Tangke Allo Tholence menjelaskan, struktur kepengurusan YLCC kini diisi oleh tenaga muda hampir di seluruh lini struktur kepengurusan. Hal tersebut sebagai tanda, YLCC memiliki harapan untuk melanjutkan regenerasi agar Kaoem Depok tetap eksis tanpa melupakan sejarahnya.

“Kaoem Depok yang berisikan 12 marga yakni Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Joseph, Laurens, Leander, Loen, Soedira, Tholence, Samuel, dan Zadokh, saat ini tinggal dan hidup menyatu bersama suku-suku lain ditengah kedinamisan hidup di Kota Depok,” ungkap Chico.

Tak hanya itu, istri dari Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo tersebut, YLCC sebagai organisasi Kaoem Depok tentunya terbuka atas setiap perbedaan yang ada di Kota Depok.

“Buktinya hingga kini pun Kaoem Depok dapat hidup beriringan antar sesama masyarakat di kota Depok, walaupun banyak juga yang kini tinggal dan menetap di Belanda,” ujarnya.

Wanita kelahiran 4 Januari 1971 ini meyakinkan, akan menjaga keutuhan dan nilai-nilai sejarah dari aset-aset peninggalan Cornelis Chastelein yang hingga hari ini masih ada dan berdiri seperti Rumah Presiden Depok, Rumah Sakit Harapan Depok yang dahulunya merupakan Pusat Pemerintahan Depok Tempo Duloe, Kantor YLCC, Gedung Eben Haezer, Gereja GPIB Immanuel Depok, Lapangan Bola Kamboja, Taman Makam YLCC, Jembatan Panus, Tiang Telephone di Jalan Pemuda, dan Sekolah SD Center.

“Apalagi kawasan Kampung Depok lama sudah ditetapkan tahun ini sebagai kawasan cagar budaya, sekarang tinggal bagaimana kita sebagai pewaris dan pelaku aktif yang harus mengisi itu dengan berbagai macam aktivasi ataupun kegiatan untuk mengangkat Depok Lama menjadi meningkat sebagai destinasi wisata dan edukasi,” tutup Chico.(mia)

Area lampiran