DepokNews–Anggota DPR RI Dapil Jabar VI Kota Depok dan Kota Bekasi, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A. bersama suaminya Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma’il, M.Sc.TN Jalani SWAB PCR Test di Rumah Sakit Universitas Indonesia Depok pada Sabtu (22/08). SWAB PCR Test dilakukan sebagai persyaratan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dalam rangka pengawasan peningkatan pelayanan di UPT Asrama Embarkasi Haji Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat, ditengah Pandemi Covid-19.

Berdasarkan Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan SWAB PCR Test Covid-19 dengan Nomor 2273/KET-SHT/03-RSUI/S/2020 dan Nomor 2274/KET-SHT /03-RSUI/S/2020, pada Senin (24/08), uji SWAB PCR Test atas nama Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A, dan Dr. Ir. H. Nur Mahmudi Isma’il, M.Sc.TN menunjukan hasil negatif.

Kujungan Kerja Spesifik yang dilaksanakan pada Rabu (26/08) mensyaratkan test cepat atau rapid test bagi seluruh peserta yang terdiri dari 15 Anggota Komisi VIII DPR RI serta satu orang Sekretariat Komisi VIII DPR RI dan satu orang Tenaga Ahli Komisi VIII DPR RI. Sementara itu, Nur Azizah yang merupakan anggota dari Fraksi PKS lebih memilih menjalani SWAB PCR Test guna antisipasi secara optimal. “Swab test ini dilakukan untuk antisipasi lebih jauh, selain yang utama tetap menjalani protokol panduan beraktivitas di masa pandemi Covid-19 sebagaimana arahan dari DPP bagi semua kader PKS” Jelas Nur Azizah.

DPP PKS mengeluarkan Panduan partai No. 4 Tahun 2020 terkait Protokol Individu Panduan Beraktivitas dan Menjaga Kesehatan selama terjadi wabah Covid-19. Panduan yang ditandatangani langsung oleh Presiden PKS M. Sohibul Iman pada 14 Agustus 2020, berisi himbauan wajib bagi semua kader PKS agar tetap menjalankan protokol kesehatan sebagaimana dijelaskan dalam surat himbauan.

Pada level individu para kader PKS harus tetap menjalankan protokol jaga jarak, tidak mendatangi keramaian apabila tidak mendesak, selalu mencuci tangan sesuai dengan prosedur, menerapkan etika batuk, wajib menggunakan masker, apabila terjadi gejala klinis Covid-19 wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, menjaga kualitas dan kuantitas istirahat terutama di malam hari serta mengkonsumsi makanan bergizi dalam keadaan hangat-panas.

Nur Azizah berharap langkah preventif yang dilakukannya dengan melakukan SWAB PCR Test dapat juga diikuti oleh semua anggota DPR RI setiap kali akan melakukan kunjungan kerja. Sehingga semua anggota tidak hanya mengandalkan test cepat yang memiliki tingkat akurasi lebih rendah dibandingkan dengan SWAB PCR Test. “Jika memang dalam SWAB PCR ditemukan ada yang positif, penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan dapat mencegah terjadinya penularan saat di perjalanan” Jelas Nur Azizah.