DepokNews–Kementerian Agama pada Jumat (23/11) mendeklarasikan program Saya Perempuan Anti Korupsi atau yang disebut SPAK yang berlangsung di salah satu Hotel di Jalan Margonda, Kecamatan Beji.

Gerakan ini diiniasasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Inspektorat Jenderal Kemenag.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan memberantas korupsi bukanlah proses yang  mudah. Karena itulah, gerakan ini menuntut tumbuhnya kesadaran berperilaku jujur.

“Jadi orang mau melakukan sebuah tindakan apakah ucapan, perkataan atau perilaku perbuatan atau bahkan sikap itu tentu ada motif, yang melandasi. Dan motif ini bisa sangat beragam,” katanya.

Pada paparannya itu, Lukman mengaitkan hal itu dengan ajaran agama.

Ia mengatakan, Tuhan menurunkan agama di muka bumi agar manusia bisa senantiasa terjaga harkat martabatnya. Atau yang populer disebut, agama hadir agar memanusiakan-manusia.

Cara Tuhan mengajak hambanya melakukan kebajikan ada banyak cara, tidak tunggal.

Ada bahasa atau simbol agar mau melakukan kebajikan maka diberikan iming-iming, bagi siapa yang melakukan kebajikan ada ganjarannya, seperti surga dengan pahala, surga adalah sesuatu yang penuh keindahan, kenikmatan dan seterusnya.

Mengapa Tuhan melakukan itu, karena Tuhan tahu persis ada hamba-hambanya yang baru mau melakukan itu (kebajikan) kalau diiming-imingi. Jadi motifnya adalah pamrih.

“Nah kemudian saya tidak melakukan korupsi atau saya mendukung gerakan anti korupsi, mudah-mudahan dengan melakukan itu saya naik pangkat misalnya. Atau setidak-tidaknya saya baik dimata atasan saya dan lain-lain. Ini manusiawi saja,” katanya.

Atau cara yang kedua, Tuhan memberikan simbol neraka, tempat yang tidak menyenangkan, penuh siksaan. Jadi kalau yang pertama itu pamrih, yang kedua adalah ancaman terhadap rasa aman.

Motifnya rasa takut.
“Tapi yang ketiga Tuhan juga banyak dalam firmannya, mengatakan perbuatan kebajikan karena rasa cinta. Cinta terhadap sesama, sebaik-baiknya kita adalah yang bisa memberikan manfaat ke sesama,” ujarnya.

Lukman menegaskan, korupsi harus diperangi karena jika sesama  melakukan hal yang tidak semestinya, menerima yang bukan hak kita maka akan menimbulkan ketidakharmonisan.

“Kesadaran ini yang ingin saya kedepankan. Saya menolak korupsi karena korupsi menghancurkan sesama, merusak hubungan sosial sesama kita. Orang mendapatkan atau menerima yang bukan haknya. Jika itu terus terjadi kehidupan harmoni terancam dan itu sesuatu yang dilarang agama. Saya harapkan itu muncul dari para agen yang hadir disini,” tuturnya