DepokNews- Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota, melalui Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak, giat melaksanakan program sosialisasi perlindungan anak.

Sosialisasi dilakukan di beberapa sekolah di Kota Depok, baik negeri maupun swasta. Dengan melibatkan langsung Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestro Depok, serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Kabid Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak DPAPMK Kota Depok Yulia Oktavia mengatakan, dalam sosialisasi pihaknya mensasar jenjang TK, SD, dan SMP. Namun, tentunya materi dan cara sosialisasi tidak dilakukan dengan sama.

“Kebutuhannya tertentu berbeda, begitu pula dengan cara sosialisasi. Jenjang TK dan SD bisa dilakukan dengan cara mendongeng, untuk SMP lebih ke pendekatan sembari bercerita materi dari sosialisasi,” kata Yulia.

Pihaknya mengajak serta Bidang PPA dari Polrestro untuk keterkaitan soal hukum. Sedangkan P2TP2A mengajak anggotanya yang terdiri dari beberapa psikolog, untuk menjelaskan soal kekerasan kepada anak, dengan cara yang lebih humanis agar diterima siswa.

“Berani menjaga diri, dalam artian mengetahui apa yang harus dijaga dalam dirinya. Kalau psikolog, lebih ke psikologis anak ketika ada yang menjadi korban kekerasan. Karena ada beberapa macam kekerasan, seperti fisik, seksual, dan psikis,” ungkap Yulia.

Yulia melanjutkan, sejauh ini sosialisasi tersebut tepat sasarannya. Anak-anak lebih jelas dalam paparan nara sumbernya.

“Dengan dongeng anak-anak tahu bagian tubuh mana yang perlu dilindungi, dan lebh terekam dengan jelas dalam pemikiran mereka,” tandasnya.(mia)