DepokNews– Calon Wakil Walikota Depok nomor urut 2, Ir. H. Imam Budi Hartono mengunjui warga kelurahan Tugu, tepatnya di Kediaman Bapak H. Yudi, yang beralamat di Jalan Lebak No.175 RT04/09 Kp. Kelapa Dua Tugu Cimanggis Depok pada Jumat (15/10/2020). Turut hadir 30 orang termasuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Karang Taruna, Ketua RT RW, Ibu-ibu dan Masyarakat setempat.

Pada kesempatan tersebut, Imam mengawali pertemuan dengan sebuah perkenalan sebagai alumni UI yang ingin berkontribusi bagi Kota Depok. “Sudah banyak alumni kampus-kampus terbaik di Indonesia yang mengabdikan dirinya dengan menjadi pemimpin suatu daerah. Ibu Risma,l Walikota Surabaya merupakan alumni Institut Sepuluh November (ITS) tahun 1987, Pak Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat merupakan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1995, maka izinkan saya Imam Budi Hartono sebagai alumni Universitas Indonesia (UI) tahun 1995 sebagai Wakil Walikota Depok selanjutnya”, pungkas Imam.

Pada pembukaan dialog, Andi, yang sehari-hari bekerja mengelola lahan sawah pertanian mengeluhkan kepada Imam karena berkurangnya lahan pertanian yang berada di Kota Depok. “Profesi harian saya sebagai petani yang mengandalkan lahan garapan untuk penghidupan saya dan keluarga untuk cara bercocok tanam. Namun, belakangan semakin sedikit lahan pertanian yang dapat dikelola” ucap Andi.

Menjawab pertanyaan tersebut, Imam menjelaskan bahwa tata ruang dan wilayah Kota Depok merupakan kawasan penyangga Ibu Kota DKI Jakarta. “Perihal lahan pertanian Depok menurut saya tentunya ini harus berdasarkan kesesuaian kondisi masing-masing kecamatan yang ada di Kota Depok. Saya coba ambil contoh mengenai budidaya tanaman belimbing sebagai ikon Kota Depok. belimbing hanya bisa dilakukan di Kecamatan Cimanggis, Sawangan dan Bojong Sari, nantinya kita akan petakan berbasis kecamatan, sehingga petani seperti pak Andi bisa tetap bercocok tanam”, Jelas Imam.

Imam menambahkan “Kedepan Pemkot Depok akan coba mendorong warga menerapkan urban farming untuk memaksimalkan lahan pertanian yang ada di Kota Depok, sehingga baik lahan lahan di pemukiman, atau lahan pemkot bisa diberdayakan, selain itu kesediaan lahan jug abisa diselesaikan dengan cara kerjasama dengan wilayah terdekat seperti kabupaten bogor’, Ujar Imam.

Diakhir penjelasannya, Imam menyampaikan “Berangkat dari kondisi lahan pertanian tersebut, harapannya dengan Dana 5 Milyar setiap Kelurahan dapat menjadi solusi untuk dapat mengembangkan potensi kelurahan menjadi Smart Village, mulai dari aspek kesehatan, pendididkan dan perkonomian. Semoga nanti saya bisa mengajak banyak pihak termasuk para pelaku industry pertanian untuk membahas mengenai pemanfaatan lahan produktif di kota Depok”, tutup Imam.