DepokNews–Ketua Tim Penggerak PKK yang juga Bunda PAUD Elly Farida meresmikan Kampung Dongeng di Kecamatan Bojongsari

Kegiatan ini sekaligus pelaksanaan kegiatan Workshop Mendongengyang dipusatkan di aula kantor Kecamatan Bojongsari.

Kegiatan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK dan Bunda Paud Kota Depok, Elly Farida, Camat Bojongsari Usman, pendiri Kampung Dongeng, Kak Awang Prakoso, dan pembina Kampung Dongeng Kecamatan Bojongsari, Athar Susanto.

Bunda PAUD Elly Farida mengatakan melalui dongeng ini dapat menjadi upaya preventif dalam  menumbuhkan edukasi bagi anak-anak sehingga dapat terwujudnya Kota Layak Anak di Depok.

“Kami bersukur adanya pendirian kampung Dongen di Kecamatan Bojongsari ini”katanya.

Bunda Elly mengatakan, kegiatan mendongeng ini juga merupakan upaya untuk melestarikan budaya bangsa, karena cerita dalam dongeng banyak mengambil cerita rakyat dan juga legenda Indonesia.

“Saya rencanakan agar Depok memiliki Duta Bercerita, jalurnya banyak. Mereka bisa menjadi duta melalui program PKK, PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), Karang Taruna atau PAUD,” ujarnya.

Bunda Elly juga mengingatkan kawula muda, untuk turut melestarikan budaya daerah melalui dongeng.

Agar teknologi tidak merusak manfaat positif dari kegiatan  dongeng, peran anak muda dalam pelestariannya juga diperlukan.

“Keterlibatan anak muda dalam suatu wilayah, khususnya seperti PIK-R atau Karang Taruna bisa kita berdayakan untuk menjadi Duta Bercerita,” tambahnya.

Dirinya mengakui, dongeng memiliki dampak positif, khususnya bagi anak-anak, karena dongeng sangat ampuh dalam mengasah perkembangan mental dan imajinasi anak-anak.

Selain itu, juga menjalin kedekatan dengan pendongeng, sehingga anak bisa melakukan interaksi dan berani untuk bertanya.

“Mendengarkan sebuah cerita bisa menstimulasi daya imajinasi dan berpikir, agar si anak tumbuh menjadi anak yang kreatif. Untuk itu, dongeng perlu dilestarikan, kalau perlu remaja pun juga harus bisa melakukan dongeng,” ucapnya.

Sementara itu, Pendiri Kampung Dongeng Kecamatan Bojongsari, H. Athar Susanto mengatakan, didirikannya Kampung Dongeng ini  bermula dari keinginan dirinya untuk membuat anak-anak Depok tumbuh dan berkembang secara baik, agar potensi yang ada di dalam diri tiap anak dapat disalurkan.

Dengan demikian Depok akan memiliki banyak generasi penerus bangsa yang kompeten.

“Jika anak tumbuh dengan ceria dan cerdas serta imajinasi mereka juga berkembang baik kami percaya mereka nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa yang potensial. Bukan tidak mungkin mereka bisa menjadi calon pemimpin bangsa,” ujarnya.

Dia mengatakan, kampung dongeng di Depok berdiri di lahan yang cukup luas.

Fasilitas yang ada tentunya yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak. Seperti serambi dongeng yang dipakai untuk tempat mendongeng.

“Disini anak diajak untuk kreatif. Motorik mereka diasah sehingga bakat dan kemampuannya bisa muncul dan disalurkan sesuai bakatnya. Dengan demikian mereka tidak akan salah arah dalam bergaul,” katanya.

Selain itu, disini merupakan tempat berkumpulnya anak-anak dari berbagai kalangan.

Dengan demikian anak-anak akan terlatih jiwa sosialnya secara alamiah.

Dia mengatakan kalau anak-anak sekarang kan banyak yang lebih sering bermain dengan gadget.

“Nah disini mereka bisa interaksi langsung dengan temannya. Mereka secara tidak langsung belajar bersosial sehingga menjadi lebih peka dengan sesama,” katanya.

Kehadiran pendongeng memang diperlukan di era yang serba teknologi ini.

Anak-anak bisa mendengar cerita dari pendongeng yang dibawakan dengan beragam ekspresi.

“Intinya mereka bisa berinteraksi langsung disini. Harapannya setelah mendengarkan dongeng dengan pesan moral tertentu nantinya mereka bisa mendapatkan hikmah dari dongeng yang diceritakan,” katanya.