DepokNews– Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna menegaskan bahwa hari Valentine Day bukanlah budaya Indonesia lebih khusus Kota Depok. Untuk itu Pradi meminta warga terkhusus para remaja untuk tidak merayakan hari valentine secara berlebihan.

“Itu bukan budaya kita itu. Yang namanya kasih sayang kan setiap hari, kasih sayang sama orang tua, keluarga, sama kakak, sama ibu, sama ayah, sama teman, sama rekan,” kata Pradi saat dikonfirmasi. Kamis (13/2/2020).

Pradi menegaskan perasaan kasih sayang tidak harus diungkapkan dalam waktu-waktu tertentu.

“Boleh-boleh saja, tetapi kembali lagi yang tadi, apakah memang yang demikian budaya kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama (MUI) Kota Depok KH Ahmad Dimyati Badruzzaman secara tegas menyatakan melarang perayaan Valentine.

Menurutnya, Valentine bukan budaya islami bahkan bukan budaya dari Indonesia.

“MUI tentu menghimbau generasi muda (milenial) untuk hati-hati, jangan ikut-ikutan budaya barat, karena valentine ini bukan budaya Islami bahkan bukan dari budaya orang Indonesia,” kata KH Ahmad Dimyati dikonfirmasi via telepon.

Ahmad Dimyati menjelaskan, perayaan Valentine tidak baik untuk remaja karena sudah mengarah kepada pergaulan bebas.

“Valentine itu dari Barat yang istilahnya mengarah ke pergaulan bebas, karena kita umat islam, ada ajaran Islam tidak memperbolehkan pergaulan bebas seperti itu, maka harusnya umat Islam khususnya anak muda tanggal 14 Februari akan datang supaya menahan diri supaya tidak terjerumus kepada hal-hal negatif,” pungkasnya.