DepokNews– Exzellenz Institut menggelar acara buka puasa bersama. Kegiatan ini diikuti puluhan siswa Exzellenz Institut, para guru, orang tua alumni serta para tamu undangan lainnya. Kegiatan yang digelar di Exzellenz Institut DepokĀ Jalan Margonda Raya, Pesona Depok Estate blok AT-6, Jumat (25/5/2018) juga diisi oleh motivasi bagaimana meraih kesuksesan dalam menempuh pendidikan dan karir dalam bekerja.

Motivasi teersebut disampaikan oleh Presiden dan CEO Exzellenz Institut R. Agoeng Wibowo dan orang tua alumni Exzellenz Institut yang juga seorang pengusaha sebuah penerbitan buku, Hikmat Kurnia.

Dalam motivasinya, R. Agoeng Wibowo memberikan ilustrasi bagaimana mempersiapkan diri untuk menempuh pendidikan di luar negeri, seperti mempersiapkan diri ketika berada dalam pesawat untuk penerbangan jarak jauh.

“Ketika mau naik pesawat kita harus bisa memilah mana barang yang harus kita bawa, mana yang tidak, mana yang masuk bagasi, mana yang masuk kabin, karena jumlah bawaan penumpang pesawat dibatasi dan diatur secara ketat demi keselamatan,” katanya.

Demikian juga dalam menempuh pendidikan, lanjutnya. KIta harus punya sekala prioritas kegiatan, mana kegiatan yang perlu mana yang tidak perlu. Seperti halnya memanfaatkan kesmepatan Bulan Ramadhan ini, kita jangan sampai membuang waktu untuk kegiatan yang tidak perlu sehingga Ramadhan lewat kita tidak dapat apa-apa.

R. Agoeng Wibowo juga berpesan, jangan sampai kuliah jauh-jauh di luar negeri pulangnya bawa rasa sombong sedang ilmu dan keahliannya tertinggal dinegara tempat belajar.

“Kita harus mendekat ke langit atau mendekat kepada Allah SWT dan mengecilkan apa yang ada di bumi, supaya kita terhindar dari sifat sombong,” tegasnya.

Sedangkan Hikmat Kurnia, dalam motivasinya menyampaikan pentingnya para siswa dan orang tua punya pola pikir atau mindset yang benar. “Salah satu faktor kegagalan belajar di luar negeri menurut saya kadang orang tua dan anak pola pikirnya masih kurang matang. Ada orang tua yang mengkawatirkan anaknya karena diluar negeri tidak ada rendang. Hanya karena rendang saja bisa jadi persoalan,” katanya.

Untuk meraih suskes, kata Hikmat Kurnia, salah satu faktornya orang harus punya kecerdasan finansial disamping banyak faktor lainnya.
“Banyak orang yang penghasilannya besar namun terjebak hutang besar, nmauntidak mampu memasukan anak-anaknya di perguruan tinggi ternama, atau kulaih di luar negeri,” katanya.

Dalam acara buka puasa ini juga ditampilkan pidato tiga bahasa, bahasa perancis, bahasa jerman dan bahasa turki yang disampaikan oleh tiga siswa Exzellenz Institut.