Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo didampingi Kepala Pengamanan Rutan Cilodong, Puang Dirham saat menghadiri Persenap di Rutan Cilodong (Istimewa)

Buka Porsenap, Ini Pesan Ketua DPRD Depok Untuk Warga Binaan Rutan Cilodong

Posted on 981 views

DepokNews- Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo membuka Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap), dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54 di Rumah Tanahan (Rutan) Kelas IIB Cilodong.

HTA sapaan akrabnya mengatakan, warga binaan pemasyarakatan (WBP) harus terus menjaga silaturahmi antar narapidana di rutan yang berlokasi di Jalan M. Nasir No. 52 Kelurahan/Kecamatan Cilodong.

“Momen Porsenap ini dapat menjadi wahana untuk memupuk rasa persaudaraan antar napi agar semakinerat dan kuat di Rutan Kelas IIB Kota Depok,” terang HTA usai kegiatan, Rabu (28/3/2018).

Meski berstatus narapidana, lanjut HTA, tetapi WBP di Rutan Cilodong inijuga sudah menjadi keluarga besar hanya harus saling menguatkan, saling peduli dan bergandengan tangan. Apapun latar belakang pendidikan, agama, suku, ras dan golongan mereka, semua sama di mata Tuhan.

“Tinggal bagaimana kita menentukan pilihan hidup. Bagi yang di sini, saya harap mereka dapat mengambil hikmah dan terus memperbaiki kesalahan. Sehingga saat keluar nanti dapat diterima kembali di masyarakat. Jangan mengulangi perbuatan yang membuat mereka masuk ke sini dan jadilah bermanfaat untuk orang lain,” pesannya.

Sementara, Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Cilodong, Boy G Sagara mewakili Karutan dan jajaran staf di Rutan Cilodong mengucapkan terima kasih atas kesediaan waktu dari Ketua DPRD Kota Depok untuk membuka Porsenap menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54.

“Diantara kesibukan beliau tapi masih menyempatkan hadir ke sini untuk membuka Porsenap di tempat kami,” ungkapnya.

Ia berharap agar sambutan yang disampaikan Ketua DPRD dapat menjadi motivasi bagi napi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan di Rutan, juga dapat berbuat lebih baik lagi. Sehingga setelah menjalani masa tahanan dapat kembali diterima masyarakat.

“Setelah keluar pun dapat kembali beraktifitas seperti masyarakat pada umumnya,” tutup Boy.(mia)