Foto: Walikota Depok Mohammad Idris saat menghadiri festival perahu naga, di Situ Pedongkelan, Sabtu (25/11/2017).

Buffer Zone Di Depok Berkurang, Walikota Ajak Warga Kelola Situ

Posted on 109 views

DepokNews — Situ atau danau merupakan salah satu zona resapan air dan ruang terbuka hijau (RTH) di setiap daerah. Keberadaan situ juga menjadi penyelamat sebuah kawasan untuk terhindar dari banjir dan bencana alam lainnya.

Sayangnya, dalam kondisi aktual jumlah situ terus menyusut. Termasuk di Kota Depok. Saat ini jumlah situ yang bisa dijadikan sebagai buffer zone dan RTH berkurang drastis menjadi hanya 23 situ.

Awalnya, Kota Depok memiliki 34 Situ namun semakin lama semakin menyusut menjadi 23 situ yang tertinggal. Di sisi lain pengelolaan situ yang telantar juga bisa dianggap sebuah alternatif untuk diberdayakan sebagai pusat kegiatan bisnis pertanian dan gaya hidup.

Mengingat hal itu, Walikota Depok Mohammad Idris menginginkan kotanya bisa lebih hijau dengan menambah serta mengelola situ. Maka dari itu, dirinya mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di dekat situ untuk membantu pemerintah dalam mengelola dan menjaga kebersihan situ.

“Pasalnya, situ ini bukan sekadar penyelamat dari kebanjiran saja. Melainkan situ ini bisa kita kelola menjadi tempat wisata,” ujarnya Sabtu (25/11/2017).

Ia menambahkan, bahwa saat ini pemerintah akan terus upayakan untuk mengelola situ-situ yang ada di Kota Depok. Alhamdulillah, lanjutnya, atas saran dari teman di dewan kami sudah MOU terhadap penanganan permasalahan Situ di Depok antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.

“Ini mampu membantu pemkot untuk penanganan situ. Menurut data pada Tahun 2000 luasan situ pedongkelan 8,75 Hektar. Namun, saat diukur ulang, tahun 2006 mencapai 6,2 hektar. Hanya saja, sekarang belum ada data lagi, namun sepertinya terjadi penyusutan lagi,” jelasnya.

Di samping itu, dirinya menjelaskan bahwa Pemkot Depok telah mencoba untuk bekerja sama dengan kota perbatasan Depok. Namun, hal tersebut belum ada tanggapan yang jelas hingga kini.

“Pada tahun 2016 saya sempat ajukan permohonan hibah bantuan penanganan situ yg berbatasan dengan Jakarta. Tetapi belum ada tanggapan apa-apa hingga saat ini. Ya kami terus berharap, semoga mendapatkan hibah bantuan penanganan situ karena bagaimanapun situ menjadi tempat penampungan air dan mampu mencegah banjir,” tandasnya.