DepokNews- PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Area Bogor wilayah Depok, menggelar Silaturahmi dan Berbagi Keceriaan (BSM Siaran), di Grand Depok City, Minggu (18/11/2018). Kegiatan rutin yang diadakan tiap tahun ini bertujuan untuk mensyiarkan dan mengajak kepada masyarakat berbank syariah.

Salah satunya memilih Mandiri syariah sebagai mitra terpercaya. Juga dapat mempererat silaturahmi dan mendekatkan Mandiri Syariah dengan masyarakat Depok dan sekitarnya. Kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, dengan tema “Dengan semangat Hari Pahlawan, kita jadikan momentum untuk hijrah ke Mandiri Syariah”.

RO Head III Jakarta,  Anton Sukarna menjelaskan dalam kegiatan ini masyarakat berkumpul berbagi kecerian. Di isi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan, senam sehat, pembukaan rekening BSM, pembagian sembako, hiburan, test drive serta program edukasi berbagai macam produk Mandiri Syariah seperti cicil dan gadai emas, tabungan mabrur dan tabungan mabrur junior. Serta berbagi sumbangan ke enam masjid di Kota Depok.

“Kami juga menyumbangkan sembilan gerobak untuk UMKM Depok,” jelas Bpk Anton Sukarna

Anton berharap, ke depan masyarakat Depok dan sekitarnya lebih mengenal Mandiri Syariah, siap berhijrah menjadi nasabah dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan syariah. Mandiri Syariah Cabang Depok merupakan salah satu unit kerja di bawah Mandiri Syariah Area Bogor. Untuk wilayah Depok, Mandiri Syariah tersebar di 9 unit cabang yaitu Depok, Margonda, Nusantara, Sawangan, Cinere, Kelapa Dua, Depok Dua, FMIPA UI dan Cimanggis.

“Karena itu dalam kegiatan ini ada edukasi mengenai BSM, dan produk apa yang bisa dijadikan pilihan nasabah,” tukasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan kinerja keuangan pada triwulan III 2018, Mandiri Syariah membukukan aset sebesar Rp 93,35 triliun, tumbuh 11,01 persen dari Rp 84,09 triliun pada triwulan III 2017. Dari sisi laba bersih mencapai Rp 435 miliar, meningkat sebesar 76 persen secara tahunan. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh pertumbuhan bisnis pembiayaan, pendanaan, jasa (fee based income atau FBI), perbaikan kualitas pembiayaan dan efisiensi biaya. Pembiayaan tumbuh sebesar 11,11 persen yoy menjadi Rp65,24 triliun. Dari sisi pendaanan, dana pihak ketiga tumbuh 10,07 persen yoy menjadi Rp 82,28 triliun.

Sedangkan rasio pembiayaan bermasalah (non performing finaning) atau NPF) nett membaik dari semula 3,12 persen menjadi 2,51 persen.(mia)