ilustrasi foto

DepokNews–Seorang anak berduel melawan dua pencuri menggunakan senjata tajam berupa clurit di Griya Cinere jalan Markisa, Komplek TNI AL Kecamatan Cinere.

Bahkan aksi duel itu terekam kamera pengintai yang dipasang di kawasan perumahan tersebut.

Sebuah video dengan rekaman seorang bocah yang membawa motor diancam oleh 2 orang pelaku begal dengan celurit viral di media sosial.

Di CCTV menceritakan kejadian berawal dari bocah tersebut bermain di taman dengan teman-temannya.

Kemudian datang salah seorang pelaku begal datang meminta tolong dengan alasan motornya mogok.

Jadi awalnya adik saya main di taman merak dengan temennya. Kebetulan dia bawa motor, Terus ada yang nyamperin minta tolong dorong (nyetut) motor temennya yang mati.

Terus dia dibonceng nyamperin temennya yang motornya mati di daerah Cinere.

“Ternyata yang motornya mati itu sebenernya gak ada. Cuma ada jalan buntu terus motornya seperti yang terekam di CCTV rumah itu. ”katanya.

Sesampainya di tempat sepi, bocah yang diketahui masih bersekolah dibangku Sekolah Dasar itu dipaksa menyerahkan motornya.

Namun bocah SD itu mempertahankannya, merasa mendapatkan perlawanan sang pelaku akhirnya mengeluarkan senjata tajam jenis Celurit.

Tak hanya itu, setelah si pelaku sudah berhasil merampas dan menaiki motor, si bocah tampak tetap berusaha mempertahankan motornya.

Hingga membuat teman si pelaku begal berbalik membawa motornya dan mencoba berusaha menabrak si bocah berkali-kali, hingga akhirnya si bocah diancam dengan celurit berukuran besar.

Bocah bertubuh gemuk itu pun berusaha berlari menyelamatkan diri sambil berteriak meminta tolong, hingga akhir warga datang membawa alat seadanya menolong bocah tersebut.

Dan kedua pelaku begal tersebut kebut kabur tunggang langgang dikejar warga.

Setelah kejadian kasus tersebut sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian, saat ini sedang ditangani oleh pihak kepolisian setempat.

Sementara itu Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Anggota kami masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku,”katanya.