BNN Menggunakan Empat Jurus Untuk Mencegah Narkoba Di Depok

Posted on

Depoknews.id, Depok – Pencegahan peredaran narkoba semakin digerakkan oleh Badan Narkotika Nasional Kota Depok. Rencananya, pada 2017 BNN akan melanjutkan empat program dalam pencegahan dan penanggulangan. Tak hanya itu, selain masyarakat, BNN Kota Depok membidik sekolah dan instansi pemerintahan.

Kepala BNN Kota Depok, AKBP Hesti Cahyasari menjelaskan, berbagai upaya pencegahan dan penanggulan peredaran narkoba di Kota Depok akan terus digalakkan BNN Kota Depok.

Menurutnya, Depok merupakan salah satu kota transit narkoba. Untuk memnimalisir peredaran narkoba, BNN kota Depok memiliki empat program.

“Pada 2017, akan ada empat program yang akan kami lanjutkan kepada masyarakat,” terang Hesti seperti yang dilansir dari Radar Depok, Rabu (18/1).

Hesti menjelaskan, empat program tersebut diantaranya, advokasi, desiminasi, pemberdayaan P4GN, dan tes urin. Pada 2012 hingga 2016 telah merambah ke perusahan, sekolah, dan instansi pemerintah.

Untuk sekolah tingkat atas sebanyak 62 advokasi, tujuh desiminasi, dan 64 pemberdayaan. Untuk perusahaan 27 advokasi, delapan desiminasi, dan 19 pemberdayaan.

Sedangkan instansi pemerintahan 48 advokasi, tiga desiminasi, dan tujuh pemberdayaan. Kedepannya, sambung Hesti akan rutin melaksanakan tes urin kepada instansi pemerintah.

Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintahan Kota Depok guna memujudkan hal tersebut.

“Rencananya kami akan menargetkan 10 instansi pemerintah di Kota Depok,” ujar Hesti.

Sementara itu, Kasi P2M BNN Kota Depok, Kompol Sunarto menuturkan, dalam melaksanakan advokasi, rencananya kegiatan tersebut dalam bentuk asistensi dengan memberikan bantuan yang ditunjukan kepada pengambil keputusan dimasyarakat, dalam rangka pelaksanaan pencegahan.

“Untuk Desiminasi akan ada empat kelompok dalam pemberian informasi, seperti pelajar, keluarga, pekerja, dan kelompok masyarakat,” terang Sunarto.

Bukan hanya itu saja, sambung Sunarto dalam program pemberdayaan, akan ada raker pemetaan daerah rawan narkoba. Nantinya, raker tersebut akan memberikan informasi yang akan dikumpulkan guna dilakukan pemetaan.

Dari hasil pemetaan tersebut, akan diberikan pemberdayaan melalui life skill.

“Sasaran kami adalah mantan pengguna narkoba, karena banyak mantan pengguna kurang diterima masyarakat,” ucap Sunarto.