DepokNews– Bincang santai Depok kita yang dipanduk oleh Dr Prihandoko kembali mengundang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Jawa Barat sekaligus Bakal Calon Wali Kota Depok dari PKS, Imam Budi Hartono (IBH) dan pengusaha UMKM Kota Depok Roy Ke.

Dialog santai tersebut mengangkat tema tentang UMKM di Kota Depok, dalam penyampaian saat membuka dialog,Dr Prihandoko mengungkapkan bahwa 65 persen ekonomi di Kota Depok berasal dari sektor UMKM. Namun disisi lain pengangguran di Kota Depok berjumlah 7 persen atau 76 ribu orang yang tidak punya perkerjaan.

” Artinya ini cukup banyak dan bagaimana pak Imam Budi Hartono melihat hal ini, seperti apa prespektifnya,”katanya

Menanggapi hal tersebut, IBH menilai kebijakan pemerintah dalam mengelolaan APBD masih berpihak hanya dbidang fisik dan belum mengarah ke bidang ekonomi atau edukasi masyarakat tentang bisnis atau pengembangan UMKM.

” Dan hal itu sehingga membuat angka pengangguran semakin tinggi. Dan data 7 persen itu mungkin data sebelum Covid-19, dan saat ini mungkin lebih besar,”katanya.

Dikatakan IBH salah satu provinsi yang pengangguran paling sedikit yaitu Bali. Dan hal yang menonjol yaitu dari faktor UMKM.

” Jadi luar biasa UMKM di Bali cukup besar sumbangsinya dalam memajukan ekonomi, dan sangat berbeda dengan Provinsi Jawa Barat,”ujarnya.

Menurut IBH ada beberapa hal yang membuat UMKM di Kota Depok atau Provinsi Jabar belum terlalu maksimal, diantaranya masih kurangnya sarana atau fasilitas bagi pelaku UMKM, mentor
untuk meningkatkan mental menjadi pengusaha masih kurang, dan
SDM di Dinas koperasi dan UMKM masih sangat minim.

” Ini kan penempatan rotasi jabatan baik di Dinas UMKM dan pariwisata tidak dilihat kompetensi. Jadi banyak SDM yang ditempatkan hanya asal menaruh saja, tanpa ada potensi atau pemahaman tentang UMKM,”bebernya.

“Kedepan disetiap dinas harus ada orang yang ahli atau staf ahli yang paham pengembangan pariwisata dan UMKM.
Dan juga sudah waktunya Depok menggeser anggara untuk kepentingan rakyat Depok terutama dalam pengembangan UMKM di Kota Depok,”

Menurutnya pengembangan UMKM di Kota Depok yaitu harus dimulai dari pembangunan yang berbasis kelurahan yaitu dengan mendidik anak muda ditiap kelurahan agar fokus dibidang niaga dan jasa.

” Dan kemudian Dinas UMKM di Kota Depok harus dibuka lelang Jabatan untuk mencari kepala Dinas yang paham pengembangan UMKM,”pungkasnya.

Sementara itu pengusaha UMKM, Roy ke
mengatakan Pemkot Depok masih sangat kurang memperhatikan pelaku UMKM hal itu terlihat ketika dirinya mengajukan proposal penawaran kerjasama untuk pembinaan UMKM di Kota Depok.

” Orang duduk di Dinas UMKM Masih sangat kurang pemahamannya, bukan orang lapangan.Kalau saya orang lapangan saya sudah membangun dan membina UMKM hampir tiap Kelurahan,”katanya.

Pada kesempatan tersebut Roy ke membeberkan bahwa Yogyakarta
99 persen keuntungannya dari UMKM seharusnya Depok bisa mencontoh agae lebih mengembangkan faktor UMKM.

“Saya punya lembaga dan sudah ada di seluruh Indonesia dan di Kota Depok sudah ada 40 angkatan dan pak Imam angkatan kedua,”tuturnya.

Selain itu 76 ribu penggangguran di kota depok bisa menjadi potensi dengan cara didik agar mental mereka bisa berubah sehingga mau membuka bisnis.

“Jadi mereka itu tidak hanya dikasi modal tapi mentalnya. Dan saya yakin jika pak imam mau mengawal kebijakan UMKM dan menjadi lider, saya garansi Depok akan Lebih maju,”pungkasnya.