Tapos- Ketua RT.09 RW.09 Kelurahan Jatijajar Tapos Kota Depok, Ahad (22/8/2021) kemarin bersama warganya dengan jumlah terbatas karena mengikuti prokes covid-19, bergotong royong membangun bangunan posyandu di lingkungannya.

Suparno, Ketua RT.09 mengatakan pembangunan posyandu dilaksanakan dari jam 08.00 sampai 10.00 WIB yakni pembuatan lantai dasar.

“Kemarin hanya pengecoran lantai dasar karena sebelumnya sudah pada tahap pemasangan pondasi dan tiang-tiang penyangga,” ujar Suparno
“Setelah ini selesai, nanti tahap berikutnya naik ke tahap pembuatan dinding dan seterusnya,” katanya lagi.

Suparno menjelaskan ia dan warganya urunan hingga terkumpul dana sebanyak 17 juta rupiah dari total kebutuhan 25 juta rupiah.

“Sisanya dibantu Ustad Mamuri dari DPC PKS Kecamatan Tapos. Beliau mendukung dan memberi perhatian terhadap pembangunan posyandu ini,” ujar Suparno sembari menyebutkan rekan ketua RT sekitar lingkungannya juga turut hadir membantu dan memberikan dukungan.

“Ada Ketua RT.03, RT.04, RT.05, RT.08 dan Ketua RW.09 yakni Ustad Tukidi juga berkenan hadir dan mendukung,” ungkapnya lagi.

Keberadaan posyandu di lingkungan RT.09 RW.09 dirasakan warga amat penting. Selama ini tempat posyandu berpindah-pindah dengan menumpang di tanah kosong warga. Barulah di tahun 2019, seorang warga bernama H. Muksin menghibahkan tanah seluas sekira 70 meter kepada warga untuk dipakai tempat posyandu.

“Selain dipakai untuk kegiatan posyandu, nantinya bangunan posyandu juga bisa digunakan untuk pertemuan warga, kegiatan warga, dan tempat menyimpan barang-barang inventaris RT seperti tenda, kursi dan lain-lain,” tutur Suparno.

Suparno selanjutnya berharap ada dukungan dan bantuan dari pihak pemerintah, partai, lembaga maupun masyarakat agar pembangunan kantor posyandu di RT.09 RW.09 dapat berlanjut sehingga keinginan warganya memiliki gedung posyandu sendiri segera terwujud.

“Pada kesempatan ini pula kami mengucapkan terima kasih kepada Ustad Mamuri dan DPC PKS Tapos atas peran sertanya dalam pembangunan posyandu RT.09 RW.09 Kelurahan Jatijajar. Semoga dicatat sebagai amal ibadah.” kata Suparno menutup percakapan. (shl)