Rumah Relawan (Foto: Mia Nala Dini-DepokNews)

DepokNews- Sekolah Relawan hadirkan inovasi alternatif dalam berkurban yang aman, serta tepat sasaran dalam Program Obsesi Berqurban.

Ceo Sekolah Relawan Dony Aryanto mengatakan, program Obsesi Qurban ini ada beberapa inovasi antara lain, Safari Qurban, Sedekah Qurban, Kado Lebaran Qurban, Dapur Raya Qurban dan Qurban Luar Negeri.

“Untuk pendistribusian hewan kurban akan diberikan ke saudara-saudara kita di kota sampai ke pelosok nusantara,” kata Dony di kantornya saat konferensi pers wilayah Kecamatan Beji, Jumat (3/7/2020).

Dony mengungkapkan, dalam program obsesi kurban ini setiap pengurban bisa meminta hewan kurbannya didistribusikan di wilayah yang diinginkan. Sebab, program ini pendistribusian hewan kurban di seluruh nusantara.

“Tidak semua hewan kurban didistribusikan di tiap daerah. Kita bagi bagi, ada 30 persen pendistribusian daging di wilayah Jabodetabek,” terangnya.

Terpisah, Projek Leader Obsesi Qurban Ahmad M. Syarif menyebutkan dalam program ini ada beberapa inovasi diantara, Safari Qurban, Sedekah Qurban, Kado Lebaran Qurban, Dapur Raya Qurban dan Qurban Luar Negeri.

Untuk Safari Qurban jelas dia, pelaksanaanya kurban di pelosok daerah yang belum pernah merayakan ibadah qurban sebelumnya.

“InsyaAllah akan dilaksanakan di pulau Tunda,” ujarnya.

Lalu Sedekah Qurban. Program ini merupakan bentuk solidaritas sesama untuk saling membantu saudara muslim yang terobsesi berqurban namun terkendala biaya.

“Seperti seorang mantan preman yang sudah hijrah menjadi marbot di Cirebon, ingin berqurban namun belum memiliki uang yang cukup. Melalui program sedekah qurban, kami bersama orang baik Indonesia membantu mereka untuk bisa berqurban,” paparnya.

Selanjutnya inovasi Kado Lebaran Qurban, yaitu memuliakan dan membahagiakan untuk masyarakat dhuafa yang membutuhkan di hari raya qurban dengan memberi kado lebaran qurban berupa daging hewan qurban, minyak, beras, saus, kecap, santan kemasan, dan bumbu pelengkap.

Kemudian ada lagi program Dapur Raya Qurban. Di mana program ini berbentuk solidaritas warga di suatu daerah untuk bersama-sama memaknai ibadah qurban yang sesungguhnya.

“Tak hanya sekadar mendapatkan daging mentah, namun masyarakat juga diberikan olahan daging matang untuk mereka santap bersama kelaurga,” terangnya.

Terakhir program Qurban Luar Negeri, menyasar pada saudara-saudara di tiga negara konflik dan krisis pangan seperti Yaman, Uganda dan Rohingya.

“Tahun ini, Sekolah Relawan menargetkan ada 1.000 Hewan Qurban yang bisa disalurkan ke 27 wilayah sentral dan pelosok di 4 negara,” tutup Ahmad.(mia)