Penipuan (Ilustrasi)

Berkedok Paket Pernikahan Murah WO Ini Tipu 30 Calon Pengantin

Posted on
DepokNews- Puluhan pasang calon pengantin di Kota Depok tertipu bisnis jasa wedding orginizer (WO) berkedok ponzi skema atau investasi palsu. Polisi tak butuh waktu lama untuk mencokok tersangka, Galih Dharma Dewa (32)/pemilik WO tersebut.
Dia digelandang ke Polresta Kota Depok guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis mengatakan pihaknya berhasil mengamankan pelaku di kediamannya yang berada di Kawasan Sukmajaya. Tersangka  melakukan modus penipuan tersebut dengan menawarkan promo harga yang sangat murah.
“Tersangka awalnya mendapat beberapa pelanggan. Harga yang murah membuat banyak pelanggan yang tergiur untuk menggunakan jasanya,” katanya, Selasa (19/9).
Dirinya memaparkan tersangka memberikan paket pernikahan yang sangat lengkap. Dari mulai biaya gedung, katering hingga paket bulan madu.
“Harga yang ditawarkan cukup murah. Contohnya korban yang melapor dijanjikan paket hingga bulan madu dengan biaya Rp77 juta,” terangnya.
Dia mengungkapkan pelaku melakukan bisnisnya dengan skema ponzi atau gali lobang tutup lobang.  Ia merinci pembayaran korban yang satu untuk menutupi hutang lainnya.
“Dengan harga yang tersangka tawarkan ini sebetulnya dia rugi besar. Tetapi dia ambil resiko itu untuk menarik konsumennya,” ungkapnya.
Pihak kepolisian terus menyidiki kasus tersebut Karena kemungkinan besar pelaku penipuan ini tidak sendirian. Pihaknya tengah berencana memeriksa saksi dari pihak gedung dan pihak lainnya.
“Kalau tersangka lainnya tengah kami selidiki. Pelaku kami kenai Pasal 372 dan 378 tentang penipuan, dengan ancaman hukuman lima tahun,” tutupnya.
Sementara itu, tersangka Galih menyesali perbuatannya. Menurutnya kejadian tersebut merupakan murni kesalahan strategi bisnis.
“Saya siap menanggung kesalahan ini. Ini murni kesalahan bisnis,” ujarnya.
Ia mengaku bisnis tersebut telah dijalankannya sejak empat tahun lalu. Setiap transaksi dari harga yang ditawarkan ia  merugi hingga Rp35 juta. Menurut dia, sudah ada sekitar 30 calon pengantin yang dia tipu.
“Sejak awal saya sudah rugi. Saya ambil strategi bisnis ini untuk menarik konsumen. Saat ini duit konsumen sudah habis semua, nggak ada yang tersisa. Uang konsumen yang baru untuk bayar hutang saya ke konsumen sebelumnya,” pungkasnya.
Sementara itu salah satu korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan dirinya dan pasangan tertarik dengan harga promo paket pernikahan yang ditawarkan tersangka.
“Saya ambil paket yang Rp 77 juta plus paket honeymoon ke Lombok,” ujar salah satu karyawan swasta di Jakarta itu.
Dirinya mengatakan awalnya tidak curiga gelagat aneh yang dilakukan tersangka. “Saya nggak curiga apa-apa. Awalnya saya kasih uang muka hingga lunas. Tapi H-2 jelang hari H, saya dapat kabar dari pengelola gedung, catering dan rias kalau mereka belum dibayar oleh WO,” paparnya.
Mengetahui hal tersebut, ia langsung menghubungi tersangka. Namun semua kontak nya tidak tersambung.
“Dari situ saya sadar sudah ditipu. Saya langsung lapor ke polisi. Alhamdulillah selang sehari lapor, tersangka sudah ditangkap,” ucapnya.
Ia berharap polisi dapat menjatuhkan hukuman yang pantas untuk pelaku. “Uang saya memang nggak bisa kembali lagi. Ada makna dibalik musibah ini, saya dan keluarga mencoba untuk ikhlas,” tandasnya.(mia)