DepokNews–Untuk memberikan bekal kepada para mahasiswa dalam menghadapi Era Society 5.0 atau masyarakat 5.0 di mana teknologi digital diaplikasikan dan berpusat pada kehidupan manusia, Universitas Gunadarma menggelar Seminar Pengembangan Softskill & Cross Culture Ke Jepang. Acara tersebut berlngsung di Ruang Auditorium Kampus Simatupang Jakrta, Tower 1A Lantai 5, Jumat (24/1/2020).

Acara ini diikuti puluhan mahasiswa, baik yang sudah pernah ke Jepang maupun yang belum. Seminar ini secara resmi dibuka oleh Koordinator Kerja Sama Luar Negeri, Universitas Gunadarma, Dr.rer.nat.I Made Wiryana, SSi,SKom,MSc.

Dalam sambutannya Dr.rer.nat.I Made Wiryana berpesan agar para mahasiswa jangan sampai ada rasa kurang percaya diri dalam pergaulan di dunia internasional.
“Kita harus punya rasa percaya diri, untuk itu kita harus punya cita-cita atau kemauan untuk bisa belajar sampai ke luar negeri dan sebelum berkunjung ke suatu negara akan lebih baik jika sudah belajar budaya masyarakat di negara tersebut, salah satunya melalui kegiatan seminar ini,” katanya.

Seminar ini menghadirkan tiga nara sumber yaitu : Ali Syarief, CEO/Founder Cross Culture Institute/Country Representative for HIPPO FAMILY CLUB Japan, Dr. Eri Prasetyo Wibowo, Universitas Gunadarma dan Fakhri Nurrahmadi, mahasiswa, peserta Program Sakura Exchange. Bertindak sebagai moderator Dr. Tubagus Maulana Kusuma, SKom., MEngSc.

Dalam paparannya Dr. Eri Prasetyo Wibowo menjelaskan, transformasi digital telah mengubah berbagai kebiasaan dan cara hidup masyarakat dan kalangan industri.

“Pemerintah Jepang sudah mulai memperkenalkan Society 5.0 atau masyarakat 5.0 di mana teknologi digital diaplikasikan dan berpusat pada kehidupan manusia. Hal ini dilakukan karena di Jepang jumlah oang tua lebih besar jumlahnya dibandingkan orang muda. Orang jepang umurnya relatif panjang dan meski sudah diatas 80 tahun fisiknya masih kuat,” jelas Dr. Eri Prasetyo Wibowo.

Dijelaskan Dr. Eri Prasetyo Wibowo, Society 5.0 ini adalah masyarakat super pintar dimana teknologi seperti big data, internet of things (IOT), kecerdasan buatan (AI), dan robot menyatu ke dalam setiap industri dan di semua segmen sosial.

Sedangkan Ali Syarief dalam presentasinya menjelaskan, mempelajari dan memahami culture masyarakat suatu negara salah satu sara untuk mencapai suskes dalam pergaulan internasional.

“Kadang ada hal menurut kita biasa, namun hal tersebut menjadi hal yang tidak baik untuk dilakukan atau diucapkan di suatu negara tertentu, itulah pentingnya kita belajar culture sebuah negara,” kata Ali Syarief.

Fakhri Nurrahmadi yang juga sebagai salah satu nara sumber dalam seminar tersebut menceritakan berbagai pengalamannya saat berada di Jepang bersama teman-temanya dalam program Exchange Program in Science, Sakura Science. Program ini hasil kerjasama antara Universitas Gunadarma dan Kogakuin University Tokyo Jepang.