DepokNews–Bendahara DPD PAN Kota Depok, Ustaz Uwoh Pramijaya menyatakan mendukung pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota periode 2021-2026 nomor urut 2, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono.

Dukungan ini disampaikan di tengah kegiatan kunjungan Calon Wali Kota, Mohammad Idris di kediamannya di RT01/02 Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos.

Uwoh memaparkan sejumlah alasan memberikan dukungan pada paslon Idris-Imam. Pertama, dirinya mengaku sebagai loyalis Idris sejak periode sebelumnya.

“Intinya, pribadi saya kembali memilih Pak Kiai sebagai wali kota yang akan datang,”katanya.

Alasan kedua, katanya lagi, sejumlah partai pengusung Idris-Imam, yakni PKS dan Demokrat merupakan partai yang menolak (Undang-undang) Omnibus Law.

Lebih lanjut Uwoh menjelaskan, makin mendukung dengan Idris-Imam setelah membaca visi misi periode 2021-2026.

“Visi misi sebelumnya sudah bagus. Yang sekarang makin baik lagi. Realistis dan tidak mustahil dapat diwujudkan,” tuturnya.

Figur Kiai Idris, lanjutnya, semakin ideal memiliki pendamping Imam Budi Hartono.

Pasalnya, Imam memiliki pengalaman mumpuni di legislatif.

Imam dua periode di DPRD Kota Depok dan tiga periode DPRD Jawa Barat.

“Klop banget kalau Kiai Idris dan Pak Imam jadi wali kota dan wakil wali kota. Insya Allah Depok akan lebih maju lagi,” harapnya.

Pihaknya juga terus berharap kepada Allah SWT agar Depok memiliki pemimpin religius.

“Kiai Idris tidak perlu diragukan lagi kereligiusannya. Pak Idris ini kiai, panutan kita. Kalau kita nggak ngikutin kiai, mau gimana. Lebih indah kalau digabungkan ulama juga sebagai umara,” jelasnya.

Dari segi prestasi, lanjutnya, Keberhasilan Kiai Idris di periode 2016-2021 juga patut mendapat apresiasi. Salah satunya adalah predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Ini membuktikan pemerintahan Kota Depok di bawah kepemimpinan Kiai Idris adalah good government, pemerintahan yang baik. Karena itu harus dilanjutkan. Jangan tergiur dengan iming-iming janji,” katanya.

Untuk bisa memberi sumbangsih pada upaya pemenangan Idris-Imam, dirinya juga membentuk relawan yang diberi nama RI 02 Berupaya (Relawan Idris Nomor 02 Bersama Uwoh Pramijaya).

“Ini adalah upaya saya, teman-teman, dan tokoh-tokoh untuk ikut andil memenangkan Idris-Imam,” ujarnya.

Upaya pemenangan ini, lanjutnya, tidak hanya dalam lingkup kelurahan Leuwinanggung, tapi juga se-Kota Depok.

“Bersama kepala-kepala sekolah swasta SMA dan SMK sama-sama akan memenangkan Kiai Idris. Insya Allah akan bertemu langsung dengan Kiai untuk menyampaikan aspirasi, terutama terkait para guru swasta,” katanya.

Meski dukungan terhadap paslon nomor 2 bersifat pribadi, dirinya menyadari bahwa dengan jabatan di struktur PAN yang melekat akan ada konsekuensi yang bakal diterima.

“Dari dulu memang saya berbeda. Sejak awal saya memang inginnya Kiai Idris, tapi kan ternyata DPP memutuskan berbeda. Dan wajar-wajar saja dalam politik ada perbedaan,” tuturnya.

Menurutnya, dalam sebuah organisasi apabila tidak fatsun, semua pasti ada konsekuensi. Sanksi atau teguran pastinya adalah hal yang biasa. Walau pun ada konsekuensi, dirinya berharap tetap menjalin silaturahmi.

“Silaturahmi nomor pertama, pilihan nomor dua,”katanya.