DepokNews — Nasib 23 orang petani sapi asal Bima yang menjadi korban penipuan oleh Kordinator Kandang dengan inisial IK belum menemukan titik terang.

Musababnya hingga saat ini proses pencarian terhadap pelaku masih terus dilakukan dan bahkan laporan ke pihak Polres Metro Depok juga sudah dilakukan.

Menuggu proses hukum dan pencarian terhadap pelaku agar ditemukan oleh pihak kepolisian, sebagian petani memilih untuk pulang ke kampung halaman mereka di Kabupaten Bima NTB.

Kepulangan para korban tersebut ditanggung oleh salah satu pengusaha Bima Jakarta yaitu Haji Kasnun Ahmad yang merupakan pria kelahiran Wawo Bima.

Kasnun mengatakan musibah yang menimpa para korban harus dijadikan pelajaran oleh semua pihak terutama para warga Bima yang tahun depan membawa sapi ke Jabodetabek.

” Ini harus jadi pelajaran bagi semua pihak. Agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi, kenali dengan baik Kordinator Kandang nya serta untuk masalah keuangan sebaiknya dibahas dengan baik,”katanya.

Kasnun juga tak mengelak ketika ditanya apakah kepulangan sembilan petani ini ke kampung halaman mereka ditanggung oleh dirinya.

” Yah,ini wujud kebersamaan saya memang yang nanggung semuanya. Tapi tidak terlepas dari dukungan bersama warga Bima. Semoga mereka selamat sampai Bima,”ungkapnya.

Ia juga mengimbau kepada keluarga korban penipuan agar menerima mereka dengan baik, segala persoalan hutang dibicarakan dengan baik.

” Mereka ini kan kena musibah, makanya mari sama-sama saling memahami
Ini adalah ujian yang harus disikapi dengan baik,”bebernya.

” Saya juga nanti akan menyampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bima untuk dilihat oleh Bupati, ketika mereka sudah tiba di kampung halaman,”pungkasnya.