Oleh : Halimah Yumna Zakiyyah (Mahasiswa STEI SEBI Depok, Semester III Jurusan Akuntansi Syari’ah)

Tidakkah kau ingat saudaraku? Kisah kaum yang Allah berikan azab karena telah melakukan kecurangan tidak adil dalam timbangan jual beli, masih ingatkah kaum nabi apakah itu? Ya, kaum Nabi Syuaib. Mereka adalah kaum yang berasal dari Kota Madyan tempat dimana Allah utus nabi kepada mereka untuk mengajak beriman kepada Allah, Allah mengutus Syuaib untuk memberitahu kepada orang orang kafir bahwa apa yang mereka lakukan adalah perbuatan perbuatan yang tidak baik, salah satunya adalah tidak adil dalam takaran dan timbangan jual beli.

Wahai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman….” [ QS Al A’raaf : 85]

Tapi apa yang diperbuat oleh kaum Nabi Syuaib tersebut? Mereka malah memperolok olok Nabi Syuaib dan mengancam Nabi Syuaib untuk meninggalkan kota madyan jika masih tetap beriman kepada Allah, hingga pada akhirnya Allah azab kaum Nabi Syuaib yang tidak beriman kepada Allah dengan memberikan berbagai bentuk adzab dan musibah kepada mereka karena sifat dan perbuatan mereka yang buruk. Allah timpakan kepada mereka gempa bumi sebagai balasan karena mereka mengancam akan mengusir Nabi Syu’aib dan para pengikutnya (QS. Al A’raaf: 91). Dia juga menimpakan suara yang mengguntur sebagai balasan atas olok-olokkan mereka kepada Nabi mereka (QS. Huud: 87). Dan Dia juga menimpakan kepada mereka naungan awan yang daripadanya keluar bunga api sebagai jawaban atas permintaan mereka untuk ditimpakan adzab berupa gumpalan dari langit (QS. Asy Syu’aaraa’: 187-188).

Kisah Nabi Syuaib ini telah memberikan pelajaran yang luar biasa kepada kita tentang bahayanya jika melakukan kecurangan dalam takaran dan timbangan dalam jual beli,

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain, mereka minta dipenuhi. Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi. Tidakkah orang-orang itu yakin bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan. Pada suatu hari yang besar. (Yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Rabb semesta alam. “ [QS. al-Muthaffifîn/83:1-6]

Untuk itu jangan sampai kita berbuat kecurangan dalam takaran dan timbangan jual beli karena sudah jelas Allah ceritakan kisah nabi syuaib dan Allah perjelas dalam surat Al Muthaffifin. Semoga Allah melindungi kita dari hal hal buruk yang dapat merugikan kita sendiri. Aamiin

Sumber :