DepokNews – Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh laki-laki, tetapi perempuan pun harus berperan aktif. Untuk itu, Bawaslu Kota Depok mengadakan sosialisasi yang bertemakan ‘Pengawasan Pemilu Partisipasif Bagi Kaum Perempuan Dalam Rangka Pemilihan Umum 2019’, di salah satu hotel Jalan Margonda Raya, Selasa ( 26/02/2019).

Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, pada Pemilu sebelumnya, capaian 30% keterwakilan perempuan belum bisa diwujudkan sehingga hal ini masih menjadi “Pekerjaan Rumah (PR)” semua pihak.

Dewi menerangkan, menghadapi Pemilu 2019 sebagai afirmasi kebijakan 30% keterwakilan perempuan, partai politik diwajibkan untuk mengikut sertakan minimal 30% keterwakilan perempuan.

“Tetapi dengan melihat komposisi pemilih yang lebih dari 50% adalah perempuan, harusnya keterwakilan perempuan bisa mencapai lebih dari 30%, minimal sesuai dengan jumlah pemilih yang mana lebih dari 50% pemilih yang tercatat dalam DPT adalah perempuan,” jelas Dewi.

Dewi berharap, perempuan juga dapat berpartisipasi dalam proses pemantauan Pemilu.

“Tujuan akhir partisipasi perempuan dalam politik dan dalam proses pemantauan pemilu adalah untuk memastikan Pemilu yang jujur dan adil,” pungkasnya.

Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini mengatakan perempuan- perempuan tangguh Kota Depok harus bergabung dalam pengawasan pemilu karena perempuan pengawal demokrasi.

“Kami berharap kaum perempuan Kota Depok turut serta mengawasi pemilu 2019 serta bersinergi dengan Bawaslu,” ucapnya.

Pemilu 2019 saat ini ada lima kotak suara oleh karena itu perempuan harus jeli dalam memilih.

“Di tangan perempuan nasib bangsa ini di tentukan,” kata Luli.