DepokNews- Tes wawancara telah dilakukan Bawaslu kepada 10 peserta yang dinyatakan lolos administrasi program sekolah kader pengawasan
partisipatif di Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok, Jalan Nusantara
Raya Nomor 1, RT003/013Kelurahan/Kecamatan Beji.

Nantinya, dari hasil wawancara tersebut akan dipilih tiga peserta yang akan mewakili Kota Depok untuk mengikuti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dari Bawaslu Jabar selama satu minggu, mulai dari 23-29 September 2019.

Koordinator Divisi (Kordiv) Pengawasan, Hubungan Masyarakat (Humas) dan Hubungan antar Lembaga (Hubal) Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet
Permana mengatakan, dari 10 peserta yang mendaftar, seluruhnya dinyatakan lolos seleksi administrasi.

“Kami melakukan tahapan wawancara, totalnya 10 peserta,” katanya.

Ia mengurai, materi wawancara ialah aspek pengetahuan mengenai
kepemiluan, komunikasi, pengorganisasi dan komitmen. empat aspek ini akan menjadi penilaian Bawaslu dalam seleksi ini. Menurutnya, kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan cukup baik.

“Dari paper yang mereka buat, kami juga meminta penjelasannya bagaimana, secara umum mereka menguasai. Nantinya, tiga peserta yang lolos akan diputuskan melalui pleno di tingkat komisioner,” jelas Dede.

Para peserta yang dinyatakan lulus hari ini akan mengikuti program itu
selama tujuh hari ini berharap, peserta mendapatkan banyak ilmu dan
pengalaman selama pelatihan program. Dengan demikian dapat berkontribusi pada pesta demokrasi di masa mendatang.

“Segala pembiayaan kegiatan Sekolah kader Pengawasan dibebankan pada
DIPA Bawaslu Jabar tahun 2019,” terangnya.

Untuk itu, Dede berharap, selama 7 hari kader harus benar-benar bisa mengikuti proses pembelajaran sehingga setelah mengikuti pendidikan sekolah kader pemilu, kader terpilih bisa mensosialisasikan ilmu yang
didapat kepada masyarakat tentunya dengan materi yang benar.

“Sesuai yang kami harapkan, nantinya peserta Sekolah Kader Pengawasan
Partisipatif dapat menjadi agen untuk kegiatan dan sosialisasi pengawasan partipatif penyelenggaraan Pemilu, dalam hal ini yang terdekat adalah Pilkada Depok 2020,” tutup Dede.(mia)