ilustrasi (istimewa)

DepokNews–Seorang bapak Rudi Hermawan dan anak DHD pada Senin (5/8) ditemukan tewas dengan cara bunuh diri tergantung dirumahnya di RT.3/6 Desa rawapanjang, Kecamatan Bojonggede.

https://www.facebook.com/watch/?v=947962872211167

Kanit Reskrim Polsek Bojonggede, Iptu Jajang Rahmat mengungkapkan, jasad korban yang diketahui bernama Rudi Hermawan (39 tahun) dan anaknya, berinisial DHD (8 tahun) ditemukan kali pertama sekitar oleh Yuni sang adik, yang tinggal bersebelahan dengan rumah korban.

Yang menemukan awal, adik kandung korban saat hendak mengantarkan ke sekolah.

Paginya dicek, tidak ada aktivitas di rumah itu (lokasi kejadian).

Kemudian, sepulangnya saksi mengajar, saksi mengintip dari jendela rumah korban.

Saat melihat dari jendela saksi kaget melihat dua korban sudah tergantung diatas plafon rumahnya dengan kondisi tidak bernyawa mengenakan kaos warna merah.

Di situlah saudara korban kaget, melihat kakak dan keponakannya telah tergantung terikat menggunakan tali.

Kondisi ayah dan anak itu, lanjut Jajang, ditemukan dalam kondisi tak lagi bernyawa dengan posisi tergantung saling berhadapan menggunakan tali plastik berwarna merah dan putih.

Tergantungnya di plafon ruang utama, dengan posisi berhadapan. Saat ditemukan masih pakai baju lengkap.

“Dari hasil penyelidikan sementara, anggota kami di TKP polisi meyakini korban tewas akibat murni gantung diri dan bukan karena tindak pidana atau kekerasan”katanya.

Setelah dilakukan ola Tempat Kejadian Perkara tidak ditemukan bentuk kekerasan ataupun tindak pidana lainnya. Motor empat utuh, hp dua dan laptop juga utuh.

Dan, berdasarkan olah TKP, serta visum sementara, diduga kuat Rudi lebih dulu menggantung anaknya.

Dugaan sementara, anaknya dulu yang digantung, kemudian baru bapaknya gantung diri.

“Anak korban ini sakit, tuna netra dan tuna wicara. Dugaan kami, korban ini putus asa, setelah istrinya meninggal setahun yang lalu,”katanya

Sementara itu Kapolsek Bojonggede AKBP Agus Koster Sinaga mengatakan dari hasil olah TKP anggota dipimpin Kanit Reskrim Polsek Bojonggede Iptu Jajang Rahmat korban masih berstatus bapak dan anak.

Korban berprofesi tukang ojek. Biasa RH ini setiap pagi mengantar pelajar tetangganya namun saat itu tumben korban tidak menjemput dan terpaksa pelajar Smp nya naik ojek lain ke sekolah

Pada saat ditemukan kondisi pintu depan rumah tidak kebuka.

Lantaran warga termasuk tetangga bersama Ketua RT setempat Muhammad Ali Akbar membuka paksa pintu dengan didobrak.

“Kedua korban telah ditemukan dalam posisi tergantung secara berhadapan dan sambil berpelukan dengan menggunakan seutas tali warga merah diikatkan di bambu plafon rumah kamar belakang,”tambahnya.

Dari keterangan saksi-saksi termasuk keluarga korban yaitu adik dari korban mengatakan korban ada mengalami tekanan ekonomi ditambah anak korban laki yang ikut gantung diri juga sakit.

Anak korban mempunyai keterbelakangan mental yang tidak sembuh-sembuh.

Dugaan bunuh diri secara bersamaan ini sudah direncanakan terlebih dahulu,