Muhammad Nurdin

DepokNews– Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Setu Rawa Kalong Kelurahan Curug Kecamatan Cimanggis Kota Depok, Muhammad Nurdin berharap Pemerintah Kota Depok lebih serius menangani masalah sampah yang semakin hari semakin banyak volumenya.

“Di Depok masih adanya TPS sampah liar di masyarakat, setu dan sungai juga masih jadi tempat pembuangan sampah, dan yang paling urgent TPA Cipayung sampai sekarang belum ada solusi jitu dari Pemimpin Depok untuk penanganannya, makin numpuk dan menggunung padahal rawan musibah longsor dan kebakaran juga pencemaran,” kata Muhammad Nurdin.

Dan yang paling parah, lanjut Muhammad Burdin, ruang terbuka hijau yang seharusnya jadi area terbuka dan taman hijau berubah jadi sentra bisnis dan mall juga apartment, hotel dari semua pusat bisnis tesebut adalah produsen sampah.

“Padahal buat TPA sudah ada contoh dari kota/kabupaten lain walau tempat sampah akhir tapi ada fasilitas taman dan tempat bermain, ini bukti tidak inovatif dan tidak visioner para pemimpin Depok,” tambah Muhammad Nurdin.

Untuk mengatasi persoalan sampah tersebut Muhammad Nurdin mengusulkan Depok harus ada terobosan baru cara penanganannya, dan itu diberdayakan lewat rt dan rw yang juga diberikan fasilitas sarana prasarana dan juga pendampingan yang efektif.

“ Bank sampah yang sudah ada bisa sebagai modal dasar dan penambahan pengembangan yang lebih inovatif, yang paling penting pemberian saran prasarana penangan sampah, di tiap kelurahan sudah ada pagu anggaran kelurahan 2,75milyar buat aturan dan juknis perwa atau perda yang mengatur pengelolaan sampah dan anggaran nya,” jelas Muhammad Nurdin.

Muhammad Nurdin juga mengusulkan, untuk lebih menciptakan inovatif tiap rw diadakan lomba inovatif pengelolaan sampah piala walikota pastinya pasti beres sampah akhir tidak akan banyak. Dan khusus sampah industry dan temoat usaha di berikan pengelolaannya pada wadah lembaga mitra masyarakat sebagai upaya ke pedulian kemitraan usaha dan lingkungan sekitar

Kalau sampah ditangani serius dan didukung anggaran juga tertib aturan, dan ada kata kata wajib pilah saya yakin ini akan jadi budaya bersih yang efektif dan juga di sosialisasikan di sekolah SD SMP dan SMA biar menjadi budaya bersih sejak dini,” pungkas Muhammad Nurdin.