DepokNews–Banjir yang melanda Kabupaten Jember pada 29 Januari 2021 mengakibatkan beberapa fasilitas umum, fasilitas sosial dan tempat tinggal warga mengalami rusak.

Berdasarkan data Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencanda Daerah (Pusdalops PB BPBD) Kabupaten Jember, sedikitnya 5 fasilitas umum, 77 rumah warga mengalami rusak akibat diterjang banjir.

Serta sebanyak 114 kepala keluarga di 13 desa/kelurahan, yang meliputi 7 kecamatan, terdampak banjir.

Untuk membantu meringankan penderitaan para korban dalam memperbaiki fasilitas umum yang rusak akibat banjir, Kamis (4/2), Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPP Inkindo) Jawa Timur melaksanakan Kegiatan Bakti Sosial DPP Inkindo Peduli Bencana Banjir Jember.

Acara dilaksanakan di Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kaliwates, Jember dan dihadiri oleh Pengurus DPP Inkindo, Kepala BPBD Jember Mad Satuki dan perwakilan pengurus lingkungan.

Dalam acara tersebut DPP Inkindo memberikan bantuan berupa ratusan paket sembako, obat-obatan, perlengkapan kehidupan sehari-hari dan semen instan TOPmortar sebanyak 10ton.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh salah satu pengurus DPP Inkindo yang juga CEO PT. Trimitra Karunia Pinastika, Novitasari, kepada Kepala BPBD Kab. Jember, Mad Satuki dan perwakilan warga yang menjadi korban, Sholimah.

Dalam sambutannya Novitasari menyebutkan bahwa bantuan yang diserahkan kepada para korban melalui BPBD Kab. Jember merupakan wujud kepedulian DPP Inkindo dan pihak sponsor acara yaitu TOPmortar kepada para korban banjir.

Melalui kegiatan sosial ini Inkindo ingin berkontribusi nyata membantu para korban dalam proses pemulihan kondisi lingkungan pasca-banjir. Untuk itu selain memberikan paket makanan dan perlengkapan kehidupan sehari-hari, Inkindo memberikan 10ton TOPmortar yang dapat digunakan oleh masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk memupuk kepedulian antar-sesama. Melalui acara sosial ini para arsitek, Bapeda setempat dan juga para vendor dapat selalu bersinergi dalam membantu sesame,” ujar Novitasari.

Inkindo merupakan asosiasi perusahaan jasa konsultan di Indonesia yang didirikan pada tanggal 20 Juni 1979 di Jakarta.

Inkindo merupakan fusi dari Ikatan Konsultan Indonesia (IKINDO) yang didirikan pada tanggal 10 Februari 1970 dan Persatuan Konsultan Teknik Pembangunan Indonesia (PKTPI).

Saat ini Inkindo memiliki 6,252 anggota perusahaan jasa konsultan nasional dan 120 perusahaan Afiliasi/Asing yang tersebar di 34 Provinsi.

Sebagai asosiasi perusahaan jasa konsulatansi yang memiliki wilayah kerja Nasional dan Internasional, Inkindo memiliki peran penting dalam mengendalikan pelayanan konsultansi pada jasa konstruksi dan jasa non-konstruksi.